Berita

Net

Politik

DPR Tunggu Usulan Pemerintah Soal Penyederhanaan Rupiah

MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 14:30 WIB | LAPORAN:

Komisi XI DPR RI masih menunggu usulan pemerintah terkait redenominasi atau penyederhaan mata uang rupiah yang sudah beberapa kali dibahas dengan Bank Indonesia.

"Kami di Komisi XI menunggu usulan dari pemerintah terkait redenominasi rupiah tersebut," ujar anggota Komisi XI Willgo Zainar dalam keterangannya, Minggu (13/8).

Menurutnya, Komisi XI terakhir kali melakukan pembicaraan dengan Bank Indonesia pada akhir Juli 2017. Namun, hingga saat ini belum ada usulan yang masuk.


"Saya tidak tahu pasti apa pertimbangan pemerintah. Mungkin karena mempertimbangkan faktor ekonomi yang belum stabil," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Willgo mengatakan bahwa pihak BI menyampaikan pandangan terkait dampak positif dari pemberlakukan redenominasi rupiah. Penyederhanaan yang dilakukan diharapkan dapat menimbulkan efek konfiden terhadap rupiah yang selama ini dikatagorikan sebagai mata uang dengan angka relatif banyak dibanding negara-negara lain. Dia mencontohkan, saat ini, nilai 1 dolar AS mencapai Rp 13.500. Nantinya ketika sudah redenominasi maka nilainya menjadi Rp 13,5 per dolar AS.

"Harapan kita persepsi publik bahwa rupiah termasuk mata uang yang cukup kuat," katanya.

Willgo mengakui jika redenominasi bisa menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat bahwa ada semacam pemotongan nilai mata uang. Sebab itu, Komisi XI meminta BI untuk memperkuat sosialisasi terkait rencana redenominasi. Misalnya, dari Rp 10.000 menjadi Rp 10 dan Rp 100.000 menjadi Rp100, serta memberlakukan kembali mata uang rupiah dalam bentuk sen.

"Kami sarankan sosialisasi langsung efektif saja kalau memang sudah diberlakukan. Tidak perlu cetak rupiah dengan tulisan uang baru pada tahapan sosialiasi," imbuhnya.

BI sendiri berencana melakukan sosialiasi sekaligus uji coba mengedarkan rupiah dengan bertuliskan uang baru pada 2018 jika undang-undang disahkan pada tahun ini. Kemudian BI akan efektif memberlakukan rupiah yang sudah diredenominasi mulai 2019. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya