Berita

Ignasius Jonan/Net

Politik

Jonan Tak Merasa Minoritas

Menteri Satu-satunya Dari Agama Katolik
MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 10:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut dirinya jadi satu-satunya menteri di Kabinet Kerja yang beragama Katolik. Meski begitu, Jonan tak pernah minder apalagi merasa sebagai minoritas. Pekerjaannya pun oke-oke saja. "Saya 100 persen Indonesia, 100 persen Katolik. Tidak pernah merasa saya ini minoritas," begitu kata Jonan.

Hal itu disampaikan Jonan saat menjadi pembicara kunci dalam acara Konferensi Nasional Umat Katolik yang digelar di Unika Atma Jaya, Jakarta, kemarin. Acara ini dibagi menjadi beberapa sesi untuk membahas sejumlah topik yang berkaitan dengan Pancasila. Banyak tokoh diundang untuk menjadi pembicara seperti Budayawan Frans Magnis Suseno, sejarawan Anhar Gonggong serta pengamat politik dari CSIS J Kristiadi.

Melanjutkan pidatonya, Jonan bercerita perbedaan agama tidak pernah menjadi penghalang baginya untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Dia mengatakan, bagaimana memilih staf khusus saat menjabat sebagai Menteri Perhubungan (Menhub). Dia bilang dalam pekerjaan selalu berusaha menerapkan semangat toleransi antara umat beragama. Salah satunya, dia tidak membeda-bedakan antara pemeluk agama, termasuk pengisian jabatan.


Jonan mengaku sempat ditanya mengenai kriteria staf khusus yang akan mendampinginya. Jonan pun menjawab tidak memilih-milih berdasarkan agama atau etnis tertentu. Dia memilih siapa yang berkompeten untuk menduduki jabatan tertentu. "Saya orangnya berusaha untuk fair, dan saat pengabdian ke masyarakat juga saya fair. Saya bilang nggak penting itu (harus beragama tertentu), yang penting kerjanya gimana," kata Jonan.

Dia juga sempat menceritakan bagaimana kesediaan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang mengikuti misa selama dua jam di Vatikan sebelum meresmikan paviliun Borobudur di Musium Etnologi Vatikan di Kota Vatikan. "Pak Arief minta ikut, kalau tak salah dua jam setengah dia duduk di sebelah saya. Dia (Arief) juga biasa saja, tidak ada yang membeda-bedakan secara fundamental," ungkap dia.

Saat itu, Jonan sudah menjabat Menteri ESDM dan ditugaskan menemani Menteri Arief ke Kota Vatikan. Sebagai satu-satunya menteri yang beragama Katolik, Jonan kemudian ditugaskan menemani Menteri Arief ke Vatikan dalam rangka membuka Paviliun Borubudur di Museum Etnologi, Vatikan. Tentu saja ada harapan besar dengan pembukaan paviliun itu yaitu wisatawan yang berkunjung ke sana bisa mengenal Indonesia. Dan kemudian berkunjung ke Indonesia. Museum itu jadi tempat strategis karena tiap tahun pengunjungnya bisa mencapai 60 juta orang. Angka tersebut lebih banyak dibandingan wisatawan asing yang memilih Indonesia sebagai tujuan pariwisata.

Sikap toleransi dan saling menghargai itu, kata Jonan, tak hanya di tempat kerja. Tapi dalam kehidupan sehari-hari di keluarga. "Istri saya beragama Katolik saat mengenal saya. Tetapi, banyak keluarganya beragama lain, termasuk Islam. Saya bertemu dan mengobrol dengan mereka. Biasa saja," ujar Jonan. Dia mengaku bahwa selama 29 tahun hidup berkeluarga tidak ada persinggungan mengenai kepercayaan dengan keluarga sang istri. Kehidupan berjalan seadanya, karena saling menghormati.

Saat menjadi Menhub, kata Jonan, seorang stafnya sempat kaget dan penasaran karena dirinya berfoto dengan adik ipar yang mengenakan jilbab. Belakangan, staf tersebut tahu bahwa keluarga istri Jonan ternyata ada yang muslim. "Ya saya bilang nggak masalah, saya punya agama sendiri adik saya punya agama sendiri. Jadi nggak masalah, yang penting kita tidak memisahkan diri," pungkasnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya