Berita

Foto/Net

Politik

Di Mana Lagi Ada Rasa Aman, Kalau Di Sekolah Saja Anak Kita Terancam

Di Sukabumi, Anak SD Tewas Dibully
MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 10:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jagat dunia maya kembali dikagetkan dengan berita anak SD tewas dibully teman-temannya. Kejadian yang terus berulang ini membuat netizen takut dengan dunia pendidikan saat ini.

Seperti diberitakan, peristiwa nahas ini menimpa SR, pelajar kelas 2 SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan. SR diduga menjadi korban perundungan alias bullying. Tak hanya dipukul, telinga SR juga dis­umbat menggunakan keripik, dan dilempar dengan minuman beku.

Saat ini peristiwa naas tersebut sedang diselidiki Polres Sukabumi. Informasi yang diterima dari Polres setempat menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi Selasa pagi (8/8) lalu. Korban diduga berkelahi den­gan salah seorang temannya DI, di halaman sekolah.


Hasil olah TKP, minuman beku dilempar dari jarak satu meter yang tepat membentur telinga korban. Setelah terkena lemparan, SR terjatuh. Teman korban dengan inisial E yang berada dekat dengan korban saat per­istiwa itu terjadi mengatakan korban sempat berdiri, lalu menangis.

Saat terjatuh kepala, SR sempat tertahan kakinya lalu menggelosor membentur tembok halaman bela­kang. "Lalu jatuh lagi (pingsan)," kata dia.

Pengakuan Eini mempertegas kronologi awal yang menyebut DI sempat kaget kemudian melaporkan kondisi SR kepada Ruhiyat (Wali kelas 2). Ruhiyat diketahui sempat berpapasan dengan DI dalam kondisi menangis. Saat ditanya gurunya, DI mengakui telah berkelahi dengan SRhingga tidak sadarkan diri di hala­man sekolah.

"Mendengar pengakuan siswanya, Ruhiyat langsung ke lokasi dan lang­sung membawa SR ke ruang kesehatan sekolah," kata Kepala Polres Sukabumi, AKBP Syahduddi.

Ruhiyat bersama para guru lain­nya berusaha menolong korban dan akhirnya korban dibawa ke Puskesmas Cicantayan. Sayang, saat diperiksa di Puskesmas, korban sudah meninggal dunia.

Di lini massa, tuips prihatin dan mengelus dada. Kebanyakan mereka tidak terkejut melihat lingkungan pen­didikan yang sudah sekejam ini.

"Kasihan anak SD meninggal dunia mengenaskan," prihatin akun @F_Depmann26.

"Miris banget yah, anak kelas 2 SD ngebully temannya sampe meninggal..," keluh akun @jinyounglek.

"Nggak ngerti lagi sama anak SD yang berantem sampe meninggal. Kejahatan terbesar gue waktu SD kayaknya cuma ngerebus minyak tanah pake panci tetangga deh," cuit @Pendekar92, heran.

"Gila, anak SD sekarang aja kalo berkelahi sampe ada yang mati..," kata akun @rasjawa.

"Sekolah SD itu kan gak luas-luas amat... Masa anak berkelahi guru­nya sampe gak tau...," ujar akun @ ichaichadoni.

"Sadis banget ini anak sd kelas 2 dibully temen sekelasnya sampe meninggal di sekolahan-- gurunya kemana ya," kata akun @laelicsa.

"Jaman SD yang seharusnya bisa main lari-larian, ini-itu, tapi malah udah kemakan jaman ya sampe bisa ngebully gitu. Hhh" cuit akun @ tibunny.

"KEJAM! ANAK SD INIHARUS KEHILANGAN NYAWANYA KARENA DIBULLY TEMAN-TEMANNYA!"

Bercermin dari kejadian itu, akun @Meylaniej menyimpulkan betapa mengerikannya wajah dunia pen­didikan saat ini.

"Lagi bocah kelas 2 SD di Sukabumi dianiaya temannya sampe meninggal. Ini lah wajah dunia pendidikan kita," simpulnya.

"Dimana lagi rasa aman itu ada, kalau di sekolah saja anak kita teran­cam," ujar akun @EkoWinanto.

"@jokowi gimana bisa anak SD berkelahi sampai membunuh. Anak itu harapan bangsa pak, to­long diperhatikan layanan tv dan lingkungan yg buruk," kata akun @ IkaaWulandari.

"Sekolah harusnya jadi tempat belajar..." kata akun @dahlandahi.

"Duh-duh rusaklah generasi seka­rang mbak. Anak-anak SD pun bisa bullying temen nya dan sampek meninggal. Harap adegan gimik dan bully di tv dikurangi. Hiks," pesan @alifahAidialis.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ikut angkat suara terkait meninggalnya SR. Ia meminta pihak sekolah bertanggung jawab, dan pihak terkait bisa meluruskan kesimpang-siuran informasi meninggalnya SR. Sebab sebelumnya, penyebab kematian SRjuga disebut-sebut karena memiliki penyakit bawaan.

"Yang jelas pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut mengingat kejadian ber­langsung di sekolah. Menurut saya ini bisa diakibatkan kelalaian guru dan sekolah," imbuhnya.

Khofifah berharap kasus bullying seperti ini menjadi yang terakhir.Dia berharap, kasus ini menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pihak. Terutama keluarga dan sekolah. Perundungan atau bullying, kata dia, bisa terjadi tak hanya fisik, tetapi juga psikis.

Kepada keluarga korban, Khofifah juga menyerahkan sejumlah bingkisan dan santunan kematian. Khofifah pun menyempatkan berziarah ke makam SRdan mengajak seluruh rombongan dan awak media untuk mendoakan korban.

"Salut untuk Mensos selalu hadir jika ada masalah rakyat yang kena musibah, tapi ngomong-ngomong Menteri PP&PA kemana ya ini kan masalah Anak," respon akun @ nisma.djafar di kolom komentar media online.

"Ya Alloh semoga kejadian ini tidak terulang. Berilah kesabaran bagi keluarga korban dan terimalah adik SRdi sisiMu. Aamiin," doa akun @arffals. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya