Berita

JK/net

Politik

Abu Bakar Ba'asyir Bisa Berobat Berkat Bantuan Wapres JK

MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 05:20 WIB | LAPORAN:

Tim dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sempat menemui Wakil Presiden (Warpres) RI Jusuf Kala (JK), bulan Juli lalu. Tujuannya, untuk mengajukan permohonan Medical Check Up (MCU) terhadap Abu Bakar Ba'asyir (ABB).

"Prosesnya, agak panjang. Kita (tim dokter) temui Wapres, minta tolong dimudahkan proses MCU. Seandainya diajukan via surat, bisa-bisa mentok. Biasalah, kan birokrasi," ungkap Ketua Tim dokter MER-C Joserizal Jurnalis usai konferensi pers di kantor pusat MER-C, Sabtu (12/8).

Setelah di ACC JK, tim dokter pun merujuk ABB ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RS-JHK), Rabu (9/8) sore. Terpidana kasus terorisme itu juga dikawal ketat pengamanan bersenjata lengkap.


"Jadi, beliau (ABB) berangkat, Rabu sore. Dikawal MER-C, juga aparat keamanan," terang Rizal.

Saat itu, Rizal sempat meminta pihak keamanan dapat bersikap low profile. Mengingat, Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu hanya melakukan MCU biasa.

"Saya minta, aparat low profile. Tidak pakai perlengkapan, Baracuda dan lainnya. Tujuannya, agar tidak menggangu pasien lain di RS-JHK. Karena hanya MCU," urai Rizal.

Aparat, lanjutnya, disarankan mengenakan setelan ala agen ala Amerika Serikat. Seperti, Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Central Intelligence Agency (CIA). Cukup dengan jas dan senjata yang tidak terlalu mencolok.

Selama di rumah sakit, ABB justru mendapat pengawalan dari pihak lapas selayaknya narapidana super maximum security.

Aparat justru mengenakan atribut lengkap, helm, rompi anti peluru serta senjata laras panjang. Termasuk saat menjaga area luar kamar tempat ABB dirawat.

"Tapi, apa boleh buat. Malah dikawal laras panjang saat (mengamankan) di kamar ustad. Mungkin, (aparat jaga) perlu kita ajak ke Lebanon," sesalnya.

Seperti diketahui, ABB menjalani MCU, Kamis (10/8). Dokter mendiagnosa, ada gangguan aliran darah balik yang tersumbat hingga menyebabkan kakinya membengkak. Seperti yang dikeluhkannya selama di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil MCU, ABB juga mengalami diagnosa pada jantung dan fungsi abdomen lainnya. Namun, ABB tetap diijinkan untuk rawat jalan. Dengan catatan harus kontrol kembali bulan depan.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya