Berita

Tjahjo/net

Politik

Pelayanan E-KTP Tak Tuntas, Tjahjo: Pejabat Kami Tiap Hari Dipanggil KPK

MINGGU, 13 AGUSTUS 2017 | 05:02 WIB | LAPORAN:

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengakui salah satu penyebab belum tuntasnya pelayanan KTP elektrotnik (E-KTP) kepada masyarakat karena proses hukum kasus korupsinya yang masih terus berlangsung.

Berdasarkan keluhan dan laporan yang diterima pihaknya, Tjahjo pun mengakui jika masih ada sekitar 5,69 persen masyarakat Indonesia yang belum melakukan rekam data dan mengaku dipersulit saat membuat E-KTP.

"Sebetulnya bukan dipersulit, tetapi dalam kurun waktu 1,5 tahun ini, urusan E-KTP di Kemendagri itu antara ada dan tiada. Sebab staf dan pejabat kami, sebanyak 68 orang setiap hari dipanggil KPK. Ada yang satu jam, ada yang sembilan jam," jelas Tjahjo saat diskusi di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).


Akibatnya, lanjut politisi PDIP itu, ada Direktur Jenderal yang menyampaikan kepadanya bahwa dia tidak berani melakukan persetujuan pengadaan E-KTP.

"Karena itu, jika blanko E-KTP habis dan sebagainya harus dimaklumi," keluh Tjahjo.

Tjahjo menambahkan, setelah tender pengadaan E-KTP kembali dibuka dan diperoleh perusahaan pemenang tender, proses pencetakannya sudah kembali terlaksana sebanyak tujuh juta keping.  Oleh karenanya, persentase perekaman data E-KTP saat ini sudah mencapai 94,31 persen.

"Masih ada sekitar satu juta warga yang memiliki E-KTP ganda. Mohon kepada warga yang punya KTP ganda untuk memilih salah satu," tegas Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo mengklaim jika proses rekam data E-KTP akan selesai akhir tahun ini. Penuntasan rekam data E-KTP sangat penting mengingat kebutuhan pada Pilkada Serentak 2018 yang diselenggarakan di 171 daerah.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya