Berita

Abu Bakar Ba'asyir/Net

Pertahanan

Abu Bakar Ba'asyir Alami Tekanan Di Sel Isolasi?

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 22:50 WIB | LAPORAN:

. Ada dua kemungkinan komplikasi penyakit yang dialami terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (ABB).

Karena kondisi fisiknya yang renta. Atau, ada tekanan saat menjalani masa tahanan di sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

"Saya sudah kenal Ustad ABB sejak lama. Sepanjang hidup saya, beliau sudah sering keluar masuk penjara. Seorang fighter," tutur Ketua Tim Dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Joserizal Jurnalis, Sabtu (12/8).


Menurut Rizal, saat awal-awal ABB mendekam di Lapas, banyak yang enggan berinteraksi dengannya. Apalagi saat masih ditahan di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

ABB ditahan selama 24 jam dan tak boleh keluar sel sama sekali. Amir Jamaah Ansharut Tauhid itu juga tidak mendapatkan cahaya matahari karena terkurung di sel.

Petugas lapas juga melarang ABB melakukan salat berjamaah. Bahkan, pergerakannya yang terbatas itu, selalu diawasi kamera pengintai yang berada di dalam sel.

"Selama di sel isolasi, ada banyak batasan. Bisa enak, bisa tidak. Kalau orang biasa berkomunikasi dengan orang banyak, kondisinya bisa menurun. Baik secara emosianal dan mental hingga kesehatan," papar Rizal.

Rizal pun membandingkan saat Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dipenjara karena menentang diskriminasi ras. Nelson dinilai diperlakukan secara sama dengan tahanan lain, membaca buku hingga memiliki perpustakaan pribadi.

"Kalau Ustad ABB, buku saja dibatasi. Nelson Mandela yang dipenjara sampai tua saja, punya perpustakaan," sesal Rizal mengisahkan nasib pasiennya.

Rencananya, pihak MER-C akan mengajukan pemeriksaan kesehatan kembali terhadap ABB dalam waktu dekat. Rujukannya ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta.

"Kita akan periksa secara komprehensif kondisi otak beliau. Apakah tertekan atau memendam sesuatu, nanti ketahuan," ungkapnya.

ABB sebelumnya telah menjalani Medical Check Up (MCU) di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RS-JHK), Kamis lalu (10/8). Tiba di rumah sakit, Rabu sore (9/8). ABB kembali ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat subuh (11/8).

"Yang pasti kita tetap komitmen. Jaga kesehatan beliau. Kita rawat beliau dari tahun 2001," demikian Rizal. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya