Berita

Abu Bakar Ba'asyir/Net

Politik

Ekspos Diagnosa Penyakit Abu Bakar Ba'asyir Atas Izin Keluarga

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 15:51 WIB | LAPORAN:

. Ekspos diagnosa penyakit yang dialami terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (ABB), telah direstui pihak keluarga. Hal itu disampaikan salah satu tim dokter ABB dalam konferensi pers di Kantor Pusat MER-C, Jl. Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

"Sebetulnya data pasien itu rahasia. Tidak boleh diungkap ke publik. Tapi, karena Ustad (ABB) milik publik, Presiden sekali pun nggak boleh maksa. Apalagi, pihak keluarga mengizinkan. Baru kita buka," ungkap Ketua Tim Dokter MER-C, Joserizal Jurnalis.

Saat ini, ABB telah menjalani observasi medis terkait kesehatannya di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RS-JHP). Rujukan tersebut dilakukan karena kondisi pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu yang semakin menurun sejak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.


Ikut dalam konpers tersebut, anak ABB, Abdul Rohim (Iim), kuasa hukum Achmad Michdan serta salah satu Presidium MER-C, Arief Rahman. Menurut Iim, pihaknya memang meminta secara langsung ke MER-C untuk memantau kesehatan ABB. Mengingat saat ini, ABB berusia lanjut dengan kondisi kesehatan yang terus menurun.

"Beliau kan sudah memasuki usia 80 tahun. Jadi, butuh pemantauan dokter terkait kesehatan beliau. Saat itu, kami tidak tahu dokter yang sanggup bisa laksanakan pemantauan secara intensif. Bolak balik, berhadapan dengan petugas. Lalu, kamis lihat MER-C sudah biasa," urainya.

Sementara itu, salah satu presidium MER-C, Arief Rahman, membenarkan terkait hal itu. Arief mengatakan, pihaknya berinisiatif merawat ABB atas izin keluarga. Meski pun perawatan dilakukan saat kondisi ABB memburuk dan bolak balik ke lapas.

Baik saat masih di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, hingga di Lapas Gunung Sindur. Termasuk, usulan untuk merujuk ABB ke RS-JHP untuk melakukan medical check-up.

"Kita (MER-C) pantau kondisi beliau di lapas secara berkala. Bahkan saat masih Nusakambangan hingga dikirim ke Gunung Sindur. Kita kirim petugas medis ke Lapas untuk terapi dan pengobatan. Kondisi terakhir, bengkak di kedua kaki beliau. Sehingga tim kesehatan beri usulan ke RS-JHP. Alhamdulillah, usulan diterima," paparnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya