Berita

Nusantara

Menkominfo: Kalau Ruang Toleransi Tidak Ada, Susah Kita!

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 15:15 WIB | LAPORAN:

. Perbedaan merupakan anugerah bagi kita sebagai masyarakat Indonesia, karena yang harus dicari bukan perbedaan tetapi persamaannya. Semakin banyak kita menemukan persamaan, makin banyak kita bergerak berdasarkan persamaan itu, dan semakin besar pula negara kita. Itu adalah Pancasila.

Begitu kata Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara saat ditemui di sela acara Konferensi Nasional Umat Katolik Indonesia dengan tema Revitalisasi Pancasila di Gedung Yustinus, Unika Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (12/8).

Menurut Menkominfo, Pancasila dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, membuat masyarakat Indonesia menganut agama yang berbeda, namun perbedaan tersebut bukan membuat pertentangan melainkan harus saling menghormati.


"Kalau ruang toleransi tidak ada untuk yang berbeda, susah kita. Seharusnya tidak ada satu umat agama apapun di Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa tidak ingin melihat Indonesia besar. Itulah yang harus kita galang sama-sama antara umat," kata dia.

Dalam acara tersebut juga membahas mengenai sejumlah topik tentang revitalisasi Pancasila. Seperti Pancasila sebagai idiologi, bagaimana tantangnnya dengan menghadirkan tokoh seperti Budayawan Frans Magnis, Sejarawan Anhar Gongong serta pengamat politik dari CSIS J. Kristiadi sebagai pembicara.

Ada juga diskusi yang membahas Pancasila, Gaya Hidup dan Media dengan menghadirkan Ketua Dewan Pers Stanley Adiprasetyo, Dirjen IKP Kominfo Niken Widyastuti, wartawan Kompas Trias Kuncahyono serta generasi muda yang diwakili Margaretha Astaman sebagai pembicara.

Selain itu ada juga sesi yang membahas Pancasila, Ketatanegaraan dan Perpolitikan Nasional dengan mengundang Sosiolog Ignas Kleden, pakar hukum tata negara Kurniatmanto dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan sebagai panelis.

Kemudian sesi Pancasila: Ancaman Radikalisme dan Intoleransi dengan pembicara Staf Khusus Presiden Gories Mere, Wakasad TNI Hinsa Siburian dan akademisi dari Universitas Indonesia Kusnanto Anggoro sebagai pembicara. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya