Berita

Syaifullah Tamliha/Net

Pertahanan

Nagapasa-403 Cocok Dengan Karakteristik Perairan Indonesia

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 04:21 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha bersyukur karena Indonesia akhirnya dapat mengoperasikan Kapal Selam Type 209/1400 Chang Bogo-Class dari Korea Selatan. Menurutnya, pengoperasian kapal selam yang diberi nama KRI Nagapasa-403 akan memperkuat armada milik TNI AL.

"Ya kita bersyukurlah kapal selam itu telah diserahterimakan. Apalagi kita kan sudah banyak duit habis untuk pengadaan ini," kata Tamliha, Jumat (11/8).

Sebenarnya, sambung Tamliha, pengadaan kapal selam ini merupakan kerja sama teknologi antara PT PAL dengan Pemerintah Korea Selatan. Lewat kerja sama ini, diharapkan Indonesia mampu melakukan perbaikan dan perakitan kapal selam sendiri.


“Itu kan pertukaran teknologi. Jadi, PT PAL mendapat tugas kerja sama dengan pihak Korea Selatan dalam melakukan perbaikan dan pembuatan kapal selam baru. Jadi, kita syukurlah, sudah selesai,” katanya.

Politisi PPP ini menilai bahwa kapal selam tersebut sangat cocok dengan karakteristik dan kontur perairan Indonesia.

Berdasarkan pengetahuannya, kapal-kapal selam yang telah diserahterimakan pihak Korea Selatan ke Indonesia nantinya akan lebih banyak beroperasi di perairan Jawa. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya