Berita

Politik

Komisi II Segera Monitor Program Gerakan Indonesia Melayani

SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 02:25 WIB | LAPORAN:

Program Gerakan Indonesia Melayani (GIM) yang dikoordinasikan Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dalam meningkatkan pelayanan Pemerintah, membuat Anggota Komisi II DPR Bambang Rianto penasaran. Dia pun berniat meneliti dan mengawasi program yang sudah dilaksanakan sejak awal tahun lalu itu.

Bambang mengaku, selama ini pihaknya kurang memperhatikan GIM. Pasalnya, perhatian Komisi II terfokus pada nasib para pegawai honorer yang belum dapat diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN, dulu disebut PNS).

"Kami belum pernah mengawasi dan melakukan monitoring. Selama ini kami lebih banyak membahas ASN. Tapi saya kira ini bagus dan bisa menjadi objek pengawasan kami agar bisa betul-betul diterapkan," kata Bambang.


Dalam rapat kerja setelah reses nanti, Bambang berniat berkomunikasi dengan Kementerian PANRB untuk membahas GIM secara lebih dalam.

"Nanti kami tanyakan kenyataan di lapangan seperti apa. Kita berharap semoga gerakan ini terlaksana dengan baik. Jika ada kekurangan sana-sini, kami akan lakukan penilaian dalam bentuk pengawasan," tambahnya.

Menteri PANRB Asman Abnur menerangkan bahwa GIM merupakan bagian Gerakan Revolusi Mental. GIM ini diamanatkan dalam Inpres Nomor 12/2016.

"Melalui Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan kepada jajaran Pemerintahan, mulai dari pusat sampai daerah, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dalam merealisasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental," ujar Asman.

Dalam GIM, ada 10 program fokus. Mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penegakan disiplin, penyempurnaan standar pelayanan, manajemen kinerja, perilaku pelayanan, peraturan perundang-undangan, debirokratisasi, sarana dan prasarana, penegakan hukum, penghargaan dan sanksi, serta keteladanan pimpinan. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya