Berita

Politik

Pengamat: SBY Sedang Main Di Dua Kaki

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 17:34 WIB | LAPORAN:

Kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono ke Istana Kepresidenan menunjukkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sedang bermain di dua kaki.

Pengamat politik Ray Rangkuti menjelaskan, di satu sisi, SBY memainkan pola check and balance saat menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan mengkritik pemerintah yang menginginkan ambang batas pencalonan presiden 20 persen di Pemilu 2019.

Di sisi lain, SBY mendorong putera sulungnya menemui Presiden Joko Widodo. Dorongan tersebut memiliki tujuan tersendiri dalam mengangkat elektabilitas AHY di perhelatan Pemilihan Presiden 2019 mendatang.


"SBY mendorong anaknya bertemu Jokowi ini tujuannya tidak kosong, pasti ada target. SBY ini tahapan strateginya pelan tapi punya tujuan. Minimal (pertemuan AHY dengan Jokowi) di lingkungan Demokrat ada kader yang bisa didorong dalam Pilpres 2019 mendatang," jelas Ray dalam diskusi yang digelar Para Syndicate di Kawasan Wijaya, Jakarta, Jumat (11/8).

Menurutnya, 80 persen pertemuan antar tokoh parpol semata mengarah pada hitung-hitungan politik. Hanya 20 persen saja yang mengedepankan persamaan ideologi. Hal ini juga yang menjadi dasar dorongan SBY untuk mempertemuakan AHY dengan Presiden Jokowi sebagai sinyalemen bahwa Demokrat masih bisa diajak kerja sama, namun dengan hitung-hitungan yang pasti.

"Jadi menunjukkan Partai Demokrat tetap membuka pihak manapun. Tetapi hitung-hitunganndan kalkulasinya menguntungkan partai," tegas Ray yang juga direktur eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima). [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya