Berita

Eddy Kusuma Wijaya/RMOL

Politik

Pansus Penasaran Kondisi 'Rumah Sekap' KPK

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 11:17 WIB | LAPORAN:

Pansus KPK siang ini, tepatnya pukul 13.30 WIB, akan bertolak ke "Rumah Sekap" di kawasan Depok, Jawa Barat dan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang katanya digunakan oleh KPK untuk mengamankan para saksi.

Begitu disampaikan anggota Pansus KPK, Eddy Kusuma kepada wartawan di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Jumat (11/8).  

"Rencana kita berangkat itu setelah shalat Jumat jam 13.30 WIB menuju ke Rumah Sekap yang disebut di Depok dan di Kelapa Gading," katanya.


Eddy menjelaskan bahwa Pansus KPK hanya ingin mengetahui kondisi rumah tersebut dan keterangan beberapa orang di sekitarnya.

"Sudah dibilang itu tadi "Rumah Sekap", berarti kan bukan "safe house". Rumah Sekap ini kan dalam arti kata negatif. Kalau negatif berarti itu ada pelanggaran. Misalnya ada pelanggaran HAM karena dia merasa disekap. Tapi kalau orang merasa diamankan, mungkin dia merasa nyaman disitu. Nah kalau itu misalnya pelanggan HAM, ya tentukan urainya.

Namun menurut keterangan Miko Panji Tirtayasa kepada Pansus KPK beberapa waktu lalu, rumah tersebut disebut "safe house" oleh KPK, untuk menyekapnya guna diarahkan memberikan keterangan palsu sesuai dengan keinginan penyidik antirasuah.

"Rumah sekap ini menurut Miko untuk menekan saksi dan untuk memberikan keterangan sesuai dengan kehendak penyidik KPK," ulas Eddy.

Sehingga menurut dia, Pansus tak perlu berkoordinasi dengan KPK hanya untuk meninjau "Rumah Sekap".

"Nggak, nggak ada kaitannya dengan KPK. Itu kan rumah orang. Kita hanya melihat, kalau nanti diizinkan bisa masuk kita masuk, kalau nggak ya nggak," pungkasnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya