Berita

Nusantara

FDS Hanya Cocok Untuk Orang Tua Sibuk Kerja!

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 08:42 WIB | LAPORAN:

Kebijakan lima hari sekolah atau full day school (FDS) tidak seharusnya diterapkan secara nasional. FDS hanya cocok untuk kelas menengah ke atas yang kedua orang tuanya sibuk kerja.

"Hitung-hitung penitipan anak," ujar Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani, Syah'roni kepada redaksi, Jumat (11/8).

Tai bagi orang menengah ke bawah yamg orang tuanya punya waktu luang tentunya akan menjadikan keluarga sebagai sarana utama pendidikan anak. "Setuju nggak?" tuturnya agak berseloroh.


Ia memandang, kebijakan FDS akan menyusahkan orang-orang yang kurang mampu karena harus menyiapkan ongkos banyak dan bekal makan yang cukup. "Tentu dengan lauk yang tidak malu-maluin, kalau di rumah bisa lauk apa saja."

Sebaliknya, lanjut dia, bagi orang kaya ini tidak masalah karena anaknya dikawal sopir dan pembantu yang siap melayani kebutuhan anak.

"Anaknya orang tidak mampu bagaimana? Apakah ongkos 2 ribu cukup untuk seharian? Sementara anak orang kaya ongkosnya 20 ribu," kritiknya.

FDS juga, kata dia, akan merenggut hak anak untuk bermain. Padahal masa anak-anak adalah masa terindah untuk bermain. Bukan karena semata-mata akan menggusur Madrasah Diniyah.

Pendidikan informal di lingkungan sekitar sejatinya akan lebih bermanfaat dibandingkan pendidikan formal yg terlalu kepanjangan. Ia mengingatkan, keceriaan dan kebahagiaan anak di atas segala-galanya, pemerintah jangan merengutnya melalui kebijakan FDS.

"Ingat ya dulu waktu masih anak-anak bisa bermain apa saja, sekarang kasih kesempatan ke anak-anak juga, emang bapak/ibunya doang yang pingin main," cetusnya.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya