Berita

Sya'roni (tengah)

Politik

Menyusahkan Orangtua, FDS Hanya Cocok Diterapkan Di Perkotaan

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 05:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo berjanji segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Karakter untuk menggantikan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal kebijakan sekolah lima hari alias full day school (FDS).

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni melihat penolakan FDS bukan karena semata-mata akan menggusur madrasah diniyah yang selama ini identik dengan Nahdlatul Ulama (NU).

"FDS cocok untuk kelas menengah ke atas yang kedua orang tuanya sibuk kerja. Memasukkan anak ke sekolah FDS hitung-hitung sebagai penitipan anak. Tapi bagi kalangan menengah ke bawah yang orang tuaya punya waktu luang, tentu akan menjadikan keluarga sebagai sarana utama pendidikan anak," kata dia kepada redaksi, Kamis (10/8).


Alasan kedua, FDS bisa menyusahkan orang tua yang kurang mampu karena harus menyiapkan ongkos lebih besar dan bekal makan yang cukup bagi anaknya.

"Tentu dengan lauk yang tidak malu-maluin. Kalau di rumah bisa lauk apa saja. Bagi orang kaya ini tidak masalah karena anaknya dikawal sopir dan pembantu yang siap melayani kebutuhan anak. Anak orang tidak mampu bagaimana? Apakah ongkos 2 ribu cukup untuk seharian?" katanya membandingkan.

FDS, masih kata Sya'roni, pantas untuk ditolak penerapannya karena akan merenggut hak anak untuk bermain padahal masa anak-anak adalah masa terindah untuk bermain. Pendidikan informal di lingkungan sekitar lebih bermanfaat dibandingkan pendidikan formal yang terlalu kepanjangan.

"Keceriaan dan kebahagiaan anak di atas segala-galanya. Pemerintah jangan merenggutnya melalui kebijakan FDS. Ingat ya dulu waktu masih anak-anak bisa bermain apa saja, sekarang kasih kesempatan ke anak-anak juga. Memang cuma bapak ibunya doang yang ingin main," katanya. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya