Berita

Yaman/Net

Dunia

10 Ribu Orang Tewas Karena Penutupan Bandara Di Yaman

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 19:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pembatasan wilayah udara serta penutupan bandara di Yaman, utamanya di Sana'a telah menyebabkan kematian lebih dari 10.000 orang di negara Arab yang miskin itu selama setahun terakhir.

Menurut catatan dari sebuah kelompok hak asasi manusia, Dewan Pengungsi Norwegia (Norwegian Refugee Council - NRC), bersama 14 organisasi bantuan lainnya pekan ini, banyaknya kematian itu adalah karena tidaknya adanya akses perjalanan untuk korban luka ataupun warga yang sakit untuk mendapat bantuan medis yang diperlukan.

Karena itulah mereka meminta pihak-pihak yang berperang di Yaman untuk membuka kembali Bandara Internasional Sana'a dan memperingatkan bahwa penutupan sepanjang tahun menghalangi arus bantuan kemanusiaan dan mencegah ribuan pasien untuk terbang Di luar negeri untuk pengobatan yang menyelamatkan nyawa.


"Penolakan akses terhadap perjalanan telah mengecam ribuan orang Yaman dengan penyakit yang dapat bertahan hingga mati," Direktur NRC di Yemen Mutasim Hamdan mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Press TV.

"Tanpa akses ke perjalanan komersial yang aman, orang-orang Yaman ditinggalkan tanpa akses perawatan medis kritis," lanjut pernyataan tersebut.

Koalisi yang dipimpin oleh Saudi telah memberlakukan zona larangan terbang melawan Yaman di tengah kampanye pengeboman mematikannya terhadap negara tersebut, yang dimulai pada bulan Maret 2015.

Pesawat-pesawat tempur Riyadh membombardir bandara Sana'a pada bulan April tahun itu, menyebabkan kerusakan parah pada terminal landasan pacu dan terminal penumpang saja. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya