Berita

RMOL

Nusantara

Peluncurkan Roket Air Jadi Pembuka Puncak Peringatan Hakteknas 2017

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 15:59 WIB | LAPORAN:

Puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Kota Makassar menjadi istimewa karena sejak mulai diperingati tahun 1995 kali ini pertama kali diselenggarakan di luar Pulau Jawa.  

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir secara resmi membuka Peringatan Hakteknas 2017 di Center Point of Indonesia, Makassar (Kamis, 10/8).

Turut hadir dalam acara tersebut Presiden RI ketiga BJ. Habibie, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, anggota DPR RI, anggota DPD RI, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, kepala lembaga pemerintah non kementerian, duta besar negara sahabat, dan para pimpinan perguruan tinggi.


Puncak Peringatan Hakteknas 2017 ditandai dengan penekanan sirine secara bersama dan peluncuran roket air dari Kapal Phinisi oleh Wapres Jusuf Kalla.  

"Hari ini kita hadir di hakteknas bukan hanya untuk merayakan, namun juga untuk menjaga terus semangat berinovasi," ujar Jusuf Kalla dalam keterangan Kemenristekdikti..

Dia mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju dibutuhkan tiga hal yakni semangat, ilmu pengetahuan dan teknologi dan kedamaian.

"Kedamaian sangat penting. Banyak negara kaya sumber daya alam hancur jika tidak ada kedamaian," kata Jusuf Kalla.

Dia menambahkan, teknologi sangat penting untuk memberi nilai tambah. Negara-negara maju biasanya menguasai teknologi.

"Teknologi memberi nilai tambah. Nilai tambah membawa kemakmuran. Teknologi ada karena adanya riset," ungkap Jusuf Kalla.

Teknologi merupakan satu-satunya cara suatu bangsa untuk bertahan dari segala masalah. Menurut Jusuf Kalla, fungsi lembaga universitas dan penelitian sangat dibutuhkan untuk memajukan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Apa gunanya kita punya banyak universitas dan lembaga penelitian jika kita terus berselisih soal teknologi. Ayolah para insinyur untuk bangkit demi memajukan bangsa kita," imbuhnya.

Menristekdikti M. Nasir mengatakan, tema Hakteknas 2017 'Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan' dengan subtema 'Peran Sumber Daya Manusia dan Inovasi dalam Pembangunan Maritim Indonesia' sejalan dengan misi Pembangunan Jangka Panjang Nasional yakni 'Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Maritim yang Mandiri, Maju, Kuat dan Berbasiskan Kepentingan Nasional.'

"Pemilihan tema ini adalah upaya mendorong terwujudnya visi Pembangunan Poros Maritim Dunia yang dicanangkan presiden dan merupakan cita-cita besar terhadap penegakan kedaulatan ekonomi, pertahanan dan keamanan wilayah NKRI," jelas Nasir.

Pemilihan Kota Makassar sebagai puncak Hakteknas 2017 karena Sulsel merupakan salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Pelabuhan Makassar adalah pintu gerbang pelayaran terpadat di Indonesia Timur, memiliki pelabuhan perikanan rakyat terbesar dan dinamika pembangunan pesisir yang tinggi. Hakteknas 2017 diselenggarakan sebagai wujud apresiasi atas keberhasilan dan prestasi anak bangsa yang membanggakan di bidang iptek dengan lahirnya berbagai produk inovasi teknologi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya