Berita

Foto: BNPT

Pertahanan

Konten Duta Damai Harus Diviralkan Untuk Kontra Narasi

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 12:41 WIB | LAPORAN:

Pelatihan duta damai dunia maya 2017 Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) secara resmi ditutup oleh Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Hamli di Padang, Kamis (10/8).

Dari pelatihan yang diikuti 60 peserta itu, dihasilkan lima website damai yaitu www.bagonjong.dutadamai.id, www.marawa.dutadamai.id,
www.konco.dutadamai.id, www.paganagari.dutadamai.id, dan www.galamai.dutadamai.id.

"Saya patut memberikan apresiasi kepada adik-adik duta damai dunia maya yang telah menghasilkan konten-konten damai yang aspiratif, kreatif, dan inovatif. Ini sangat bagus dan harus diviralkan sebagai bagian kontra narasi kita dalam memerangi propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya," ujar Brigjen Hamli sebagaiman rilis BNPT yang diterima redaksi.

"Saya patut memberikan apresiasi kepada adik-adik duta damai dunia maya yang telah menghasilkan konten-konten damai yang aspiratif, kreatif, dan inovatif. Ini sangat bagus dan harus diviralkan sebagai bagian kontra narasi kita dalam memerangi propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya," ujar Brigjen Hamli sebagaiman rilis BNPT yang diterima redaksi.

Dengan potensi itu, Brigjen Hamli meminta para duta damai dunia maya terus berkreasi dan tidak berhenti setelah pelatihan ini. Menurutnya di dunia maya yang penting ada dua yaitu kontennya dan yang mengirim juga ada sehingga kedua-duanya harus sama-sama di update terus.

"Komitmen ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan dengan membuat konten yang lebih banyak lagi, baik itu berupa tulisan, gambar, video, meme, dan lain-lain," imbuh Hamli.

Ia melanjutkan bahwa tugas duta damai dunia maya ini sangat mulia. Pasalnya dari hasil penelitian dari lembaga-lembaga berkompeten seperti Inzet dan UI, didapat data bahwa penyebab orang melakukan terorisme 45,5 persen karena pemahaman keliru yang menjadikan mereka melakukan tindakan terorisme dengan menjadikan ideologi menjadi agama.

Kemudian 20 persen karena solidaritas komunal seperti yang terjadi di Palestina dan Rohingya. 10,2 persen mob mentality alias ikut-ikutan, 10 persen balas dendam, dan 9 persen situasional.

Selain itu, dari penelitian Wahid Institute, dari lebih dari 250 juta penduduk Indonesia, 72 persen anti radikal, 7,2 mendukung aksi radikalisme, 0,4 persen sudah pernah melakukan kekerasan.

"Kita bisa berharap dari komposisi itu, 72 persen tetap posisinya atau meningkat. salah satu yang diharapkan ya dari kerjaan adik-adik ini. Diharapkan orang yang mau melakukan upaya radikal langsung berhenti bila melihat website atau video adik-adik duta damai," terang Hamli.

Sementara untuk yang radikal 0,4 persen biar menjadi tugas Densus 88 untuk menanganinya. Dari fakta itu, Hamli berharap duta damai dunia maya bisa menjadi jawaban.
"Duta damai dunia maya harus menjadi agen perubahan dalam mengikis dan menangkal radikalisme dan terorisme di dunia maya yang disusupi agitasi dan propaganda radikalisme terorisme. Insya Allah ini bisa jadi bagian ibadah dan akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT," terangnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya