Berita

Pepaya/Net

Dunia

Wabah Salmonella Infeksi 109 Orang, AS Salahan Pepaya Meksiko

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 20:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wabah salmonella mematikan telah menginfeksi lebih dari 100 orang di Amerika Serikat beberapa waktu terakhir.

Wabah di 16 negara bagian telah menewaskan satu orang di New York, dan membuat 35 pasien lainnya dirawat di rumah sakit.

Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa pepaya maradol yang diimpor dari Meksiko kemungkinan besar adalah penyebab wabah tersebut.


Badan tersebut meyakini bahwa wabah dimulai di sebuah peternakan di Campeche, Meksiko, yang menjual pepaya di bawah merek Caribena, Cavi dan Valery di AS.

Pengujian yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) AS, ditemukan ada lima jenis salmonella yang berbeda pada berbagai sampel.

Tercatat bahwa sejak Mei ingga Juli, ada 47 kasus terkait awabah tersebut. Kurang dari tiga minggu kemudian, jumlah kasusnya meningkat dua kali lipat menjadi 109.

Menyusul hal itu, penarikan kembali telah dikeluarkan untuk merek yang dicurigai melakukan kontaminasi.

Tapi CDC mendesak publik dan restoran untuk membuang papaya maradol dari Meksiko saat penyelidikan masih dilakukan.

"Bila ragu, jangan makan, jual atau sajikan, dan buang mereka keluar," begitu keterangan CDC.

CDC mendokumentasikan kasus-kasus terkonsentrasi di negara bagian New York dan New Jersey, di mana ada 62 kasus.

Negara bagian lain yang terkena dampak sejauh ini adalah Connecticut, Delaware, Iowa, Kentucky, Louisiana, Maryland, Massachusetts, Michigan, Minnesota, North Carolina, Oklahoma, Pennsylvania, Virginia dan Wisconsin.

Sebagai informasi, bakteri Salmonella dapat menginduksi gejala termasuk diare, kram perut dan demam. Biasanya, infeksi berjalan dalam waktu kurang dari seminggu dan sebagian besar pasien tidak memerlukan perawatan.

Tapi dalam kasus serius, bisa memerlukan rawat inap untuk pengobatan antibiotik. Risiko infeksi salmonella biasanya terkait dengan hewan dan produk makanan hewani seperti telur, susu dan daging.

Namun, buah dan sayuran juga bisa terkontaminasi dari kegiatan peternakan atau kontak dengan hewan yang terinfeksi. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya