Berita

Odinga/Net

Dunia

Oposisi: Hasil Pemilu Kenya Dimanipulasi Peretas

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 19:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pimpinan oposisi Kenya, Raila Odiga yang juga maju sebagai capres alam pemilu kemarin menyebut bahwa sistem IT KPU Kenya telah diretas untuk memanipulasi hasil perhitungan suara.

Ia menolak menerima hasil perhitungan suara yang dihitung 91 persen di mana rivalnya yang juga adalah calon inumbent Uhuru Kenyatta, menang 54,4 persen di banding 44,6 persen.

Dengan hasil tersebut, Kenyatta akan unggul dalam pemilu putaran pertama. Pasalnya menurut aturan Kenya, untuk menang, capres harus mengantongi 50 plus 1 suara.


Menanggapi hal itu, Odinga yang memimpin National Alliance (Nasa) menyerukan agar para pendukungnya tenang. Ia menuduh hasil suara dimanipulasi peretas.

Dikabarkan BBC, ia menjelaskan bahwa peretas mengakses data KPU dengan menggunakan identitas manager IT Chris Msando yang tewas dibunuh bulan lalu.

Ia menuduh peretas menggunakan algoritma yang memungkinkan mereka memanipulasi data. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya