Berita

Pertahanan

Kontras Beberkan Korban Penyiksaan Dan Kekerasan Polisi Dominan Ada Di Papua

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 18:49 WIB | LAPORAN:

Koordinator untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat, sepanjang Agustus 2016 hingga Agustus 2017, terjadi 16 peristiwa kekerasan yang menggunakan pendekatan keamanan oleh aparat kepolisian.

Peneliti Kontras Ananto Setiawan mengatakan jika 16 peristiwa itu mengakibatkan setidaknya 44 korban terluka dan 3 orang tewas.

"Ada 44 korban luka dan 3 orang tewas," kata Ananto saat konfrensi pers di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Rabu (9/8).


Kekerasan-kekerasan itu menurut data Kontras terjadi khususnya di beberapa titik lokasi seperti di Jayapura, Abepura, Merauke, Sorong, Manokwari, Boven, Digoel, Nabire, Wamena, Kepulauan Yapen, Timika, Puncak Jaya dan Deiyai.

Menurut Ananto, motif kekerasan yang didominasi oleh aparat kepolisian jamaknya muncul pada isu pembubaran paksa kegiatan berkumpul publik secara damai disertai dengan penggunaansenjata api yang tidak terukur.

Beberapa diantaranya yakni pengejaran kelompok OPM (operasi papua merdeka) dan pemburuan simbol determinasi seperti bendera bintang kejora. Menurut Ananto dua kasus itu kerap ditangani oleh kepolisian dengan kekerasan.

Selain kasus kekerasan, Kontras juga mencatat sepanjang Juni 2016 hingga Mei 2017, terjadi 115 tindak penyiksaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

"Tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh kepolisian paling banyak terjadi di tingkat polres," kata Ananto.

Setidaknya, kata Ananto, ada 88 kasus penyiksaan yang terjadi di berbagai polres di seluruh Indonesia. Sementara di tingkat Polsek, terjadi 20 kasus penyiksaan. Adapun di tingkat Polda, terjadi 8 kasus penyiksaan.

"Kebanyakan penyiksaan terjadi saat interogasi terhadap terduga pelaku kejahatan. Polisi kerap berdalih bahwa penyiksaan dilakukan untuk menggali informasi dan memaksa terduga pelaku untuk mengakui kejahatannya," kata Ananto.

Kontras, kata Ananto menyesalkan banyaknya polisi yang lolos dari sanksi setelah mereka melakukan penyiksaan. Biasanya, oknum polisi berupaya menempuh jalur damai, menyuap dengan memberikan sejumlah uang pengganti kepada korban atau keluarga korban.

Beberapa kasus yang ditangani dan diadvokasi Kontras dalam kasus penganiyaan itu antara lain kasus Meranti di Riau, kematian Sutrisno di Sigi, Sulawesi Tengah, penyiksaan dengan tuduhan pembunuhan di Bau-Bau, hingga penyiksaan dengan tuduhan keterlibatan separatisme di Papua.[san]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya