Berita

Ilustrasi konflik di Yaman/Net

Dunia

Yaman Minta Bantuan Uni Eropa Untuk Akhiri Konflik

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 18:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dewan Politik Agung yang menjalankan urusan negara di Yaman meminta Uni Eropa berperan aktif dalam proses mengakhiri konflik di negara tersebut.

Kepala Dewan, Saleh Ali al-Sammad mengaku bahwa pihaknya siap mendukung tindakan apapun yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik mematikan di negara tersebut.

Penegasan itu disampaikannya kepada Antonia Calvo Puerta, kepala delegasi Uni Eropa untuk Yaman dalam pertemuan pekan ini.


Sammad mengungkapkan harapannya bahwa Uni Eropa akan menarik perhatian dunia terhadap penderitaan orang-orang Yaman, mengingat Uni Eropa punya pengaruh besar di PBB.

Dikabarkan Press TV, ia juga menekankan bahwa PBB harus memainkan peran positif dan konstruktif untuk menyelesaikan krisis Yaman terlepas dari tekanan apapun yang ada. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya