Berita

Iran/Net

Dunia

Lewat Film Dokumenter, Tajikistan Tuduh Iran Terlibat Dalam Perang 1990an

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 18:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tajikistan menuduh Iran mengirim pembunuh dan penyabot ke republik Soviet tersebut pada tahun 1990-an, tepatnya terlibat dalam perang sipil melawan pasukan pemberontak yang dipimpin oleh pasukan Islam.

Tuduhan itu dimuat dalam sebuah film dokumenter yang disiarkan oleh televisi pemerintah hari ini (Rabu, 9/8). Dalam video tersebut tiga orang Tajikistan mengaku melakukan serangkaian pembunuhan politisi dan tokoh-tokoh penting lainnya di Tajikistan dan menyerang sebuah pangkalan militer Rusia di sana antara tahun 1994 dan 2000.

Dalam keadaan tangan diborgol, ketiganya mengaku bahwa mereka telah menerima pelatihan dan dukungan finansial dari Iran.


Ketiganya diidentifikasi sebagai pendukung Abdukhalim Nazarzoda, mantan wakil menteri pertahanan dan pemberontak. Nazarzoda dibunuh oleh pasukan keamanan pada bulan September 2015 setelah sebuah kudeta yang gagal di mana orang-orang bersenjata yang setia padanya bentrok dengan pasukan pemerintah dalam pertempuran yang menewaskan puluhan orang.

Pemutaran film dokumenter itu merupakan bentuk pengakuan secara terbuka untuk pertama kalinya Iran secara terbuka dituduh terlibat dalam perang sipil tahun 1992 hingga 1997 di Tajikistan.

Hubungan kedua negara sendiri mengalami fase tegang sejak seorang pemimpin partai Islam Tajikistan dilarang secara terbuka menghadiri sebuah konferensi di Teheran pada bulan Desember 2015. Hal itu membuat Tajikistan Marah.

Pejabat dari kedutaan Iran di Dushanbe menolak untuk mengomentari film dokumenter tersebut. Demikian seperti dikabarkan Reuters. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya