Berita

Emmanuel Macron dan Brigitte/Net

Global

Tak Ada Status Ibu Negara Untuk Brigitte Macron

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 15:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Brigitte Macron, istri dari Presiden Perancis Emmanuel Macron dipastikan tidak akan menyandang status First Lady atau Ibu Negara. Hal itu dilakukan menyusul adanya petisi publik.

Elysee Palace tidak membuat pernyataan resmi soal hal tersebut namun dalam sebuah pengumuman ditegaskan bahwa peran Brigitte ke depan sepenuhnya hanya akan bersifat publik dan bukan politis.

Langkah tersebut diambil menyusul petisi atas status resmi Ibu Negara serta anggarannya yang ditandatangani oleh lebih dari 280 ribu warga Perancis


Sementara jajak pendapat YouGov untuk edisi Prancis Huffington Post menunjukkan bahwa 68 persen di bulan Mei menunjukkan 68 persen publik Prancis menentang peran resmi bagi Brigitte.

Selama kampanye pemilihannya, Macron menegaskan bahwa peran istrinya bila ia menjadi presiden tidak akan didanai oleh pendanaan publik.

Selain itu, salah satu tindakan pertama yang diambil oleh Macron setelah mengambil alih kekuasaan adalah dengan membentuk sebuah partai pekerja untuk memeriksa posisi First Lady.

Sementara itu dalam serangkaian Tweet, Jurubicara pemerintahan Perancis Christophe Castaner membela posisi Brigitte, namun menegaskan tidak akan ada perubahan yang dibuat.

"Brigitte Macron memerankan peran dan tanggungjawabnya. Kami berupaya untuk transparan," tulisnya.

"Tidak ada modifikasi dari konstitusi, tidak ada pendanaan baru, tidak ada gaji bagi Brigitte Macron," sambungnya seperti dimuat CNN.

Merujuk pada konstitusi Perancis, pasnagan Presiden tidak memiliki posisi resmi kendati mereka memiliki kantor dan sejumlah penasihat. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya