Berita

Nusantara

Tangkal Terorisme, CCTV SUGBK Dilengkapi Fitur Face Recognition

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 06:48 WIB | LAPORAN:

Teroris harus berpikir ulang jika akan melancarkan teror di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat saat gelaran Asian Games 2018 nanti.

Pasalnya, Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di SUGBK, kini telah dilengkapi teknologi pengenalan wajah atau face recognition. Fitur tersebut terkoneksi langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) untuk menangkal kegiatan atau pontensi aksi teror terjadi.

"Face Recognition ini salah satu fitur baru di SUGBK. Jadi, kalau ada suspect terrorism (tersangka teroris), langsung terdeteksi dan terkoneksi ke BNPT," ungkap Direktur Utama SUGBK Winarto, Selasa (8/8) malam.


Dijelaskan Winarto bahwa kamera CCTV produk Avigilon, Canada itu memiliki kelas 7-K, yang diklaim tertinggi di kelasnya.

Selain mampu mengenali wajah tersangka teroris, CCTV itu juga sanggup membaca wajah yang tersimpan di data base pemerintah. Sekaligus mampu menganalisa pengunjung biasa atau VVIP sekelas presiden atau tamu kenegaraan.

"Wajah pengunjung direkam semua. Misalnya, ada orang mencurigakan menyelinap di antara rombongan Presiden, akan langsung terindikasi. Jadi, langsung bisa dikategorikan, harus disambut atau diamankan," papar Winarto.

Adapun mengenai pengerjaan renovasi SUGBK, Winarto menyebut bahwa pihaknya tengah mengebut pengerjaan tersebut agar bisa rampung pada Oktober 2017 mendatang. Saat ini, pengerjaan telah rampung 82 persen.

Rencananya, awal Januari 2018 SUGBK sudah dapat diujicobakan. Selain dipersiapkan untuk pembukaan Asian Games, SUGBK juga akan menjadi salah satu venue cabang olahraga di ajang antar negara Asia itu.

Jakarta dan Palembang akan menjadi tuan rumah bersama Asian Games 2018 yang digelar 18 Agustus hingga 2 September 2018. Asian Games seri ke XVIII itu akan mempertandingkan 36 cabang olahraga. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya