Berita

Nusantara

Ribuan Rumah Sakit Belum Terakreditasi

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 22:32 WIB | LAPORAN:

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mengungkapkan baru sebanyak 1.032 dari sekitar 2.700 rumah sakit di Indonesia yang telah terakreditasi.

"Baru separuh rumah sakit di Tanah Air, baik rumah sakit swasta maupun pemerintah yang sudah terakreditasi. Jumlah sebanyak itu untuk semua akreditasi mulai dari tingkatan dasar hingga utama," jelas Ketua Eksekutif KARS Dr. Sutoto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/8).

Menurutnya, untuk rumah sakit tipe C dan tipe D banyak mendapatkan akreditasi dengan strata dasar atau perdana. Sedangkan untuk tipe A dan B strata yang didapat adalah paripurna.


"Sebagian rumah sakit di Tanah Air banyak yang tipe C dan D," kata Sutoto.  

Dia menambahkan, masih banyaknya rumah sakit yang belum melakukan proses akreditasi disebabkan kendala administrasi, seperti pergantian manajemen dan sebagainya.

Ketua Umum Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Dr. Kuntjoro Adi Purjanto mengatakan, banyak rumah sakit belum terakreditasi karena kesulitan mengaplikasikan sebanyak 1.353 elemen setiap hari. Selain itu juga masalah sumber daya manusia, terutama klinik yang hanya memiliki dua atau tiga dokter.

Dengan jumlah sumber daya manusia yang sedikit, maka tidak mudah menerapkan semua elemen yang telah ditetapkan oleh KARS. PERSI sendiri telah melakukan pemetaan sumber daya manusia dan hasilnya tenaga medis banyak yang berkumpul di regional satu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Untuk proses akreditasi banyak yang harus disiapkan terutama dalam bidang infrastruktur," tambah Kuntjoro. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya