Berita

Net

Nusantara

Mendikbud: Sekolah 5 Hari Untuk Jam Kerja Guru

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 21:05 WIB | LAPORAN:

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digalakkan pemerintah saat ini tidak memengaruhi kurikulum maupun jam belajar. Dia pun mengimbau pihak sekolah tidak menambah jam belajar siswa.

"Tidak ada perubahan kurikulum yang dipakai, tetap Kurikulum 2013 atau K13. Bagi yang belum menerapkan K13 bisa menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan," jelasnya di Jakarta, Selasa (8/8).

Menurut Muhadjir, implementasi PPK dapat diberlakukan dengan masing-masing satuan pendidikan.


"Kalau untuk kurikulum 2013 yang dilaksanakan lima hari anak-anak SD selesai belajar pukul 12.10, sedangkan untuk SMP selesai pukul 13.20. Setelah itu mereka bisa pulang dan melanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Bisa di sekolah, bisa juga di luar sekolah seperti mengaji di madrasah diniyah," bebernya.

Muhadjir menambahkan, kebijakan sekolah lima hari atau full day school pada dasarnya diberlakukan untuk jam kerja guru bukan jam belajar siswa. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19/2017 sebagai perubahan atas PP 74/2008.

"Itu lima hari sekolah dengan delapan jam dalam satu hari, bukan diperuntukkan bagi siswa," imbuhnya. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya