Berita

RMOL

Nusantara

Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Sidrap

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 19:40 WIB | LAPORAN:

Ratusan warga di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terdampak langsung bencana banjir bandang. Hujan lebat di Kabupaten Enrekang telah menyebabkan banjir bandang melanda Desa Belawae, Desa Buntu Buangin, Desa Dengeng-Dengeng Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, Sulawesi Selatan pada Senin pagi kemarin (7/8).

Banjir bandang yang melanda Desa Dengeng-Dengen Sidrap merembet ke sejumlah wilayah di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Senin sekitar pukul 06.30 Wita.

Banjir lumpur merendam permukiman dan lahan pertanian. Data sementara, 497 jiwa terdampak. Di Desa Dengeng-dengeng terdapat enam kepala keluarga mengungsi, sedangkan di Desa Buntu Buangin ada lima KK mengungsi.


"Banjir lumpur kiriman tersebut menggenangi ratusan hektar tanaman padi berbuah. Jembatan Bulete yang merupakan penghubung trans Sulawesi juga terancam rusak," kata Kepala Pusat Data Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Selasa (8/8).

Kerusakan lain dari dampak banjir bandang di Desa Dengeng-Dengeng adalah terputusnya jaringan listrik PLN, sarana air bersih rusak berat, dan enam rumah rusak berat. Di Desa Belawae terdapat 100 unit rumah terdampak banjir setinggi 30-100 centimeter, sedangkan di Desa Buntu Buangin terdampak dari longsor meliputi lima rumah rusak berat, ruas jalan desa sepanjang 15 kilometer rusak berat, satu jembatan rusak berat, dan 10 ribu pohon cengkeh produktif terbawa longsor.

Sutopo menambahkan, BPBD Sidrap dibantu TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat telah mengevakuasi warga yang rumahnya hanyut. Penyerahan bantuan logistik diberikan dari BPBD, Dinas Sosial, BAZ Sidrap dan Yayasan Tim Safari Sholat Tasbeh. BPBD bekerjasama dengan Dinas PU mulai akan membangun jembatan darurat.

"Posko darurat sudah diaktivasi di Desa Dengeng-Dengeng. Surat keputusan tanggap darurat masih dalam pengajuan dan menunggu persetujuan dari bupati Sidrap," jelasnya. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya