Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

PILKADA CIREBON 2018

Koalisi PKB, Demokrat dan PKS Mau Survei Pendamping Petahana

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 17:20 WIB

RMOL. Koalisi Cirebon Maju (KCM) yang sudah sepakat mengusung petahana, Nasrudin Azis mau menggelar survei bersama menentukan pendamping sang petahana, Nasrudin Azis.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, Handarujati Kalamullah, seperti diberitakan RMOLJabar.com, Selasa (8/8).

KCM diisi oleh tiga partai, yakni PKB, Demokrat, dan PKS. Menurut politisi yang akrab disapa Andru itu, pihaknya telah sepakat untuk menggelar survei sebanyak tiga kali sebelum menentukan pendamping Nasrudin Azis dalam Pilkada Cirebon 2018 mendatang.


"Survei pertama dan kedua akan dilakukan sebelum pencalonan. Kita akan berembuk terlebih dahulu untuk menentukan lembaga survey yang akan kita pilih. Dan, figur yang akan disurvey pun dirembuk terlebih dahulu," kata politisi muda tersebut.

Saat ini, Ketua DPD PKS Kota Cirebon, Karso digadang-gadangkan untuk maju mendampingi Azis. Disinggung kabar tersebut, Andru mengatakan, peluang Karso untuk menjadi calon Wali Kota Cirebon masing memungkinkan. Tentu dengan catatan hasil survey Karso memenuhi syarat.

"Kalau survey tinggi masih ada peluang, KCM masih memiliki peluang untuk bekerja dan terjun langsung ke masyarakat guna menaikkan survey," ucapnya.

Andru juga tak menampik, pendamping Azis nanti bisa dari partai yang belum bergabung dengan KCM. Karena, sambungnya, selain tiga partai yang ada di KCM, pihaknya akan membidik calon dari luar. Jika survey internal KCM kurang memenuhi target.

"Untuk itu, kami juga membuka diri untuk partai lain yang akan bergabung dengan KCM. Tentu ini melalui kesepakatan bersama," tandasnya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya