Berita

RMOL

Nusantara

Sumsel Punya Kawasan Terpadu Embarkasi Haji Pertama Di Indonesia

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 16:22 WIB

Provinsi Sumatera Selatan kini memiliki kawasan terpadu embarkasi haji pertama di Indonesia. Sejak dimulai pembangunannya pada 17 Mei 2014, kawasan embarkasi terpadu Asrama Haji Palembang diresmikan langsung oleh Gubernur H. Alex Noerdin (Selasa, 8/8).

Berlokasi di sebelah asrama haji, kawasan terpadu embarkasi haji Sumsel nantinya bisa digunakan oleh seluruh calon jamaah haji dan umroh untuk manasik sebelum menjalankan ibadah di Tanah suci. Saat ini, kawasan terpadu embarkasi haji Sumsel dilengkapi contoh Kabah dengan ukuran yang sama, Lintasan Sa'i, latihan melempar jumroh, mock-up pesawat, museum Islam, dan hotel syariah. Untuk mock-up pesawat jenis Airbus 320.

Nantinya, para jamaah dapat belajar dalam menggunakan kamar kecil di dalam pesawat, mengingat perjalanan dari Indonesia menuju Mekah sangat panjang.


Museum Islam sendiri buah dari kesuksesan Sumsel dalam menyelenggaakan Islamic Solidarity Games 2013, di mana Sumsel mendapat hadiah dari Raja Arab Saudi. Museum yang dibangun di kawasan terpadu embarkasi haji dilengkapi perabotan yang berasal dari Arab Saudi. Nantinya, museum akan digunakan memperdalam ilmu agama terutama Islam, sekaligus melihat sejarah Islam di masa lalu sehingga keberadaan museum cukup bermanfaat.

"Karena sukses menyelenggarakan ISG, Saudi Arabia akan memberikan hadiah museum sejarah Islam yang akan dibangun tahun ini di sekitar asrama haji. Museum sejarah Islam pertama di Mekah, kedua di Palembang," kata Alex Noerdin.

Untuk Lintasan Sa'i antara Bukit Safa dan Bukit Marwa sepanjang 450 meter dengan suasana lintasan seperti bentuk sebenarnya disertai interior menyerupai yang ada di Masjidil Haram.

Alex Noerdin mengatakan, Sumsel adalah satu-satunya provinsi di dunia yang memiliki kawasan terpadu embarkasi haji.

"Ini semata-mata untuk kepentingan umat, hanya Sumsel yang konsisten dengan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurut Alex Noerdin, tidak ada tempat seperti itu di dunia.

"Banyak provinsi yang lebih kaya dari Sumsel tapi alhamdulillah hanya Sumsel yang punya kawasan terpadu embarkasi haji," jelasnya.

Orang nomor satu di Sumsel tersebut menambahkan bahwa seluruh calon jamaah haji dan umroh bisa memanfaatkan kawasan terpadu embarkasi.

"Kawasan terpadu ini akan menjadi ikon dan wisata religi baru di Sumsel, dan ini diperuntukkan untuk seluruh masyarakat di Sumsel," beber Alex Noerdin.

Lanjutnya, makna dari tempat tersebut sangat luar biasa. Di mana, kawasan terpadu akan menjadi ikon dan wisata religi baru di Sumsel dan diperuntukkan untuk seluruh masyarakat Sumsel.

"Mari kita bersatu bersama-sama membangun daerah ini," demikian Alex Noerdin. [wah] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya