Berita

Politik

Menko PMK: Gerakan Nasional Revolusi Mental Modal Utama Pembangunan Bangsa

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 15:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, pembangunan nasional Indonesia sedang diarahkan untuk mempercepat pencapaian kualitas hidup rakyat, peningkatan sektor unggulan, dan pemerataan pembangunan antar wilayah. Pembangunan tersebut dijalankan dengan berorientasi pada visi untuk menjadikan Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, saat menyampaikan  kuliah umum Nasionalisme dan Patriotisme di Akademi Bela Negara, Partai Nasional Demokrat, Pancoran, Jakarta (Selasa, 8/8).

Menurut Puan, acara yang bertemakan "Revolusi Mental dan Kesejahteraan Sosial" ini sangat relevan dengan kondisi saat ini untuk merespon persoalan-persoalan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia.


Mengutip pidato Soekarno, Puan mengatakan bahwa pembangunan karakter bangsa merupakan modal utama dalam mengantarkan pembangunan nasional sampai kepada tujuannya.

"Keahlian saja tanpa dilandaskan pada jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya. Sekali lagi saya katakan mutlak perlunya, nation and character building," tegas Puan.

Saat ini, Pemerintah menjadikan Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai agenda pembangunan yang strategis, sebagai upaya dalam membangun nation and character building. Pembangunan karakter bangsa selain ditempuh melalui pendidikan formal, keteladanan, kehadiran negara yang berwibawa, juga melalui praktek-praktek yang dapat memperkuat jiwa bangsa yang bermartabat, berkemajuan, dan bergotong royong.

Puan berharap, melalui pendidikan di Akademi Bela Negara Partai Nasdem ini, akan dapat memperluas kader-kader bangsa yang bermartabat, berkemajuan, dan berjiwa gotong-royong. Dengan jiwa bangsa yang demikian, maka akan dapat membawa pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pacasila.

"Selamat menimba ilmu disini. Karena kawah candradimuka yang sebenarnya adalah saat kita terjun langsung di lapangan," demikian Puan. [ysa]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya