Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Inilah Keunggulan KSM Dibanding OSN

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 14:45 WIB | LAPORAN:

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dinilai memiliki keunggulan dibanding Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Kelebihan tersebut karena KSM memadukan dan mensinergikan pengetahuan umum dan pengetahuan agama.

Demikian disampaikan Dirjen pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin.


"Jadi kalau KSM ada nilainya yaitu selain Dia juga menekankan pada sains tetapi juga ditambah dengan nilai-nilai agama," kata Kamarudin dalam konferensi pers di lokasi pembukaan Aksioma KSM 2017, Mandala Krida Yogyakarta, kemarin.

Dengan kelebihan itu, Kamaruddin berharap KSM 2017 akan melahirkan siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam beragama berbangsa dan bernegara.

Kelebihan lain menurut diam KSM tidak semata dibuka untuk siswa madrasah. Hal ini terbukti dari adanya empat peserta dari sekolah umum.

"Kita tidak mau membatasi peserta pada siswa Madrasah saja tetapi juga siswa sekolah umum. Hanya saja tentu tetap mengikuti aturan dan prosedur yang kita ciptakan. Ia juga harus kuat dan harus siap berkompetisi di mata pendidikan agama Islam," tegasnya.

KSM ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama RI.

Selain KSM, acara ini juga diisi dengan ajang kompetisi seni dan olahraga siswa madrasah (Aksioma). Selain itu juga, acara Ini diisi dengan lomba karya tulis ilmiah (LKTI), dan ekspo madrasah.

Untuk Aksioma akan diikuti 1.666 siswa, 130 juri, dan 374 pendamping. Sementara untuk KSM diikuti 476 siswa, 68 juri, dan 374 pendamping.

Untuk LKTI diikuti 204 siswa, sembilan juri, dan 102 pendamping. Secara keseluruhan, yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 3.403 orang.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya