Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dinilai memiliki keunggulan dibanding Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Kelebihan tersebut karena KSM memadukan dan mensinergikan pengetahuan umum dan pengetahuan agama.
Demikian disampaikan Dirjen pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin.
"Jadi kalau KSM ada nilainya yaitu selain Dia juga menekankan pada sains tetapi juga ditambah dengan nilai-nilai agama," kata Kamarudin dalam konferensi pers di lokasi pembukaan Aksioma KSM 2017, Mandala Krida Yogyakarta, kemarin.
Dengan kelebihan itu, Kamaruddin berharap KSM 2017 akan melahirkan siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam beragama berbangsa dan bernegara.
Kelebihan lain menurut diam KSM tidak semata dibuka untuk siswa madrasah. Hal ini terbukti dari adanya empat peserta dari sekolah umum.
"Kita tidak mau membatasi peserta pada siswa Madrasah saja tetapi juga siswa sekolah umum. Hanya saja tentu tetap mengikuti aturan dan prosedur yang kita ciptakan. Ia juga harus kuat dan harus siap berkompetisi di mata pendidikan agama Islam," tegasnya.
KSM ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama RI.
Selain KSM, acara ini juga diisi dengan ajang kompetisi seni dan olahraga siswa madrasah (Aksioma). Selain itu juga, acara Ini diisi dengan lomba karya tulis ilmiah (LKTI), dan ekspo madrasah.
Untuk Aksioma akan diikuti 1.666 siswa, 130 juri, dan 374 pendamping. Sementara untuk KSM diikuti 476 siswa, 68 juri, dan 374 pendamping.
Untuk LKTI diikuti 204 siswa, sembilan juri, dan 102 pendamping. Secara keseluruhan, yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 3.403 orang.
[wid]