Berita

Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Jika Didukung PDIP Dan Golkar, Kang Emil Bisa Bernasib Seperti Ahok

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 11:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Walikota Bandung Ridwan Kamil diduga tidak mau didukung oleh PDIP dan Golkar karena memiliki peluang yang lebih besar untuk menang di Pilgub Jabar.  

Begitu kata pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi seperti diberitakan RMOLJakarta, Selasa (8/8).

"Ridwan Kamil memiliki harapan di Pilkada Jabar. Sehingga akan memuncul tiga pasang calon untuk memecah suara dan menghindari serangan cyber army kepada dirinya," kata Uchok Sky.


Jika didukung kedua partai tersebut, maka Pilkada Jabar hanya akan diikuti dua pasang calon dan Ridwan Kamil akan kalah.

"Nasibnya akan seperti Ahok, diarahkan menjadi musuh bersama," kata dia.

Dengan meninggalkan PDIP dan Golkar, kata Uchok, Kang Emil masih punya dukungan politik dari kelompok Islam tradisional, tapi harus "dibujuk" atau meloby dukungan itu kepada PKB dan PPP.

"Dengan dua kekuatan ini saja (PKB dan PPP), RK bisa menang, apalagi akan didukung wakilnya yang diambil dari PKB, yaitu kader dan santri Cak Imin yang bernama Erni Sugianti, yang pintar dan cantik, yang juga sebagai anggota dewan, DPRD Jawa Barat," kata Uchok.

"Jadi, duet Nasional-Santri, atau RK dengan Erni bisa mendulang suara lebih banyak dari pasangan calon gubernur yang lain," tutupnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya