Berita

Politik

Iwan Sumule: Nasdem Terkesan Benarkan Pidato Victor

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 08:59 WIB | LAPORAN:

Elit Partai Gerindra menilai sikap Partai Nasdem terkesan membenarkan dan mendukung pernyataan-pernyataan Victor Bungtilu Laiskodat dalam pidatonya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, 1 Agustus lalu.

"Coba simak, sepanjang video pidato Victor Laiskodat ini, adakah kalimat yang diedit, atau terselip suara orang lain yang berbeda?" kata Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule kepada redaksi, pagi ini (Selasa, 8/8).

Sementara dalam pernyataan sikap Partai Nasdem mengajak semua pihak untuk tidak cepat terpancing, serta terprovokasi yang mengganggu keutuhan berbangsa dan bernegara.


"Nah, apakah yang disampaikan dalam pidato Victor itu tidak memprovokasi dan juga fitnah kepada kami? Dengan menyebut kami (Partai Gerindra) adalah pendukung ekstrimis-eksrimis yang ingin mewujudkan negara khilafah," Iwan menekankan.

"Dan juga mengajak rakyat untuk saling bunuh, dengan mengatakan 'kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh'."

Pada prinsipnya, ia sangat menyayangkan pernyataan Victor yang menuduh Gerindra sebagai pendukung ekstrimis-ekstrimis yang ingin mendirikan dan mewujudkan negara khilafah.

Terlebih adanya kalimat ajakan rakyat untuk saling bunuh, seperti dalam pidato Victor. Menurutnya ajakan itu berbahaya dan berpotensi besar menimbulkan konflik horisontal.

"Pernyataan-pernyataan Victor dalam pidatonya beberapa waktu lalu, kami anggap sarat dengan fitnah dan provokasi yang berbahaya terhadap kehidupan berdemokrasi dan mengancam keharmonisan dan keutuhan berbangsa dan bernegara," tegas Iwan.

Iwan juga menambahkan, pasal 224 ayat 5 UU MPR/DPR/DPD/DPRD (MD3) sepertinya menerangkan apa yang disampaikan pengamat Ketatanegaraan, Refly Harun, bahwa hak imunitas tidak berlaku untuk kasus pidana.

Sementara Victor, lanjut Iwan, diduga melakukan tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam UU ITE pasal 28 ayat 2, pasal 156 KUHP dan UU 40/2008 tentang Diskriminasi.[wid] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya