Berita

Nusantara

GP Ansor Dampingi Keluarga Korban Yang Dibakar Di Bekasi

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 08:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Demi keadilan hukum, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor akan mendampingi keluarga korban pria yang dituduh maling amplifier dan dibakar hidup-hidup di Bekasi, Muhammad Alzahra (MA) alias Zoya.

"Kami siap mengawal dan mendampingi keluarga korban agar mendapatkan keadilan sesuai hukum yang berlaku,” kata Koordinator Bidang Litigasi LBH GP Ansor Achmad Budi Prayoga seperti diberitakan RMOLJakarta, Senin (7/8).

Achmad mendesak agar aparat Kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku pembakaran terhadap MA. Menurutnya, aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh sekelompok pelaku sebagai perbuatan yang tidak berperikemanusiaan dan melawan hukum yang berlaku.


"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan cara-cara yang berperikemanusiaan dan beradab sesuai norma sosial dan hukum yang berlaku, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," urainya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua tersangka pembakaran MA. Masing-masing berinisial NMH yang merupakan pekerja swasta dan SH, seorang sekuriti di Bekasi.

"Peran NMH adalah menendang perut sekali dan punggung dua kali. SH menendang punggung dua kali. Namun keduanya tidak terlbat dalam aksi pembakaran," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya