Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

92 Hotspot Kebakaran Hutan Terjadi Di Merauke

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 07:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada sebanyak 158 titik panas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia hingga Senin (7/8) sore.

Pengamatan yang dilakukan BNPB melalui satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis LAPAN tersebut mengungkapkan bahwa sebaran titik panas terbanyak terjadi di Papua.

Adapun sebaran rincian tersebut adalah Papua sebanyak 93 hotspot, Jawa Timur 17 hotspot, Sulteng 1 hotspot, Kaltim 1 hotspot, Kalsel 1 hotspot,  Kalteng 3 hotspot, Jabar 3 hotspot, Jateng 2 hotspot, NTT 13 hotspot, dan NTB 11 hotspot. Kemudian di Kaltara sebanyak 3 hotspot, Sulsel 1 hotspot, Sumbar 3 hotspot, Riau 1 hotspot, Bengkulu 1 hotspot, Aceh 1 hotspot, Sumsel 2 hotspot, dan Sumut 1 hotspot.


"Jumlah hotspot yang melonjak bertambah adalah di Papua yaitu dari 7 hotspot pada Minggu (6/8) meningkat menjadi 93 hotspot pada Senin (7/8). Hotspot ini terpusat di Kabupaten Merauke dengan 92 hotspot dan Mamberamo Tengah 1 hotspot," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada redaksi.

Dijelaskan Sutopo bahwa peningkatan jumlah hotspot itu tidak terlepas dari pembukaan perkebunan yang besar-besaran di Papua. Terlebih, jenis tanah yang terbakar adalah tanah gambut dan mineral.

"Berdasarkan pantauan citra satelit, perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi perkebunan berlangsung cukup cepat dan luas di Papua. Aktivitas ini disertai dengan peningkatan kebakaran hutan dan lahan dalam pembersihan lahan," jelasnya.

Kebakaran hutan dan lahan di Papua paling banyak terjadi di Kabupaten Merauke dan Mappi. Sementara upaya pemadaman terhambat karena karena lokasi kebakaran berada pada daerah-daerah yang sulit dijangkau.

"Termasuk terbatasnya sarana prasarana dan personil untuk memadamkan api serta belum adanya BPBD Merauke," pungkasnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya