Berita

Zayoud/RT

Global

Pertama Kalinya, Israel Cabut Status Kewarganegaraan Pelaku Teror Ini

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 21:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel untuk pertama kalinya melakukan pencabutan status kewarganegaraan pada warganya.

Hal itu dilakukan kepada seorang pria Arab-Israel bernama Alaa Raed Ahmad Zayoud akhir pekan kemarin. Pengadilan Tinggi Haifa mencabut status kewarganegaraanya setelah ia divonis bersalah atas empat tuduhan percobaan pembunuhan dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada Juni tahun lalu.

Hal itu merujuk pada ulah Zayoud, Oktober 2015 lalu yang mengendarai kendaraannya ke tentara IDF sebelum keluar dan menikam tiga warga sipil di dekat Gan Shmuel Kibbutz. Akibat tindakannya tersebut empat orang terluka.


"Bagi setiap warga negara, di samping hak-haknya, ada komitmen," kata Wakil Presiden Pengadilan Hakim Haifa, Avraham Elyakim, dalam putusannya.

"Salah satunya adalah komitmen penting dan penting untuk menjaga kesetiaan kepada negara, yang juga berekspresi dalam komitmen untuk tidak melakukan tindakan teror untuk menyakiti warganya dan keamanan mereka," sambungnya.

Hakim menilai bahwa putusan itu sesuai dan proporsional, mengingat kejahatan yang telah dilakukan oleh Zayoud. Langkah itu diambil untuk mencegah serangan serupa di masa mendatang.

"Kami tidak dapat mengizinkan warga Israel untuk mempengaruhi kehidupan dan martabat warga Israel lainnya, dan siapa pun yang memutuskan untuk melakukannya dalam tindakan teror akan menyingkirkan dirinya dari masyarakat umum negara tersebut," tambahnya seperti dimuat Russia Today .

Dengan demikian, status Zayoud kini adalah stateless atau orang tanpa kewarganegaraan. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya