Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

PILKADA CIREBON 2018

PDIP Susun Dua Skema Koalisi

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 18:06 WIB

DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon menyusun dua format koalisi untuk menghadapi pemilihan kepala daerah yang berlangsung 2018 mendatang.

Menurut Ketua DPC PDIP Cirebon, Edi Suripno, calon PDIP bisa diusung sepaket atau mengambil langkah untuk berkoalisi. Hal itu disesuaikan dengan keinginan partai.

Adapun saat ini ada dua nama bakal calon yang sudah disampaikan ke DPP,  yakni dirinya dan pengusaha mall, Bamunas S Boediman alias Oki.


"DPD sudah menyerahkan 2 nama kepada DPP untuk Kota Cirebon. Dan dua nama tersebut saya dan Bamunas," ucapnya seperti diberitakan RMOLJabar.com.

Edi dan Oki memiliki hasil survei yang paling tinggi dibandingkan dengan balon lainnya, yang mendaftar melalui PDIP. Sehingga, ada dua kemungkinan yang bakal terjadi, bisa satu paket atau berkoalisi dengan dengan partai lain.

"Sebelumnya saya sudah mengetahui kalau hasil survei tertinggi adalah nama saya dan Bamunas sudah ada di DPP sekarang,” jelas Edi.

Soal koalisi, kata dia, konsepnya juga ada dua macam. Pertama adalah satu paket, namun bermitra dengan partai lain.

Kemudian, lanjut dia, koalisi figur dan didukung partai, dimana calon PDI Perjuangan dari partai lain dan wakilnya dari partai lain. Adapun yang terpenting adalah koalisi dengan ikon yang dekat dengan rakyat. Sehingga apapun yang diputuskan DPP satu paket ataupun tidak, yang jelas calon tersebut sudah memiliki kekuatan basis masa.

"Sebanyak 23 persen dari hasil survei belum tentu memilih. Ada margin eror 4-5 persen bisa bergeser dan komposisi apapun 23 persen Kota Cirebon belum menentukan pilihan, masih bisa berubah. Survei hari ini belum menentukan hasil kedepan, karena bisa berubah," pungkasnya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya