Bagian masjid yang rusak/AFP
Masjid Dar Al Farooq di Bloomington Minnesota diserang oleh sejumlah orang tak dikenal akhir pekan kemarin.
Serangan dilakukan dengan alat peledak buatan jelang ibadah sholat subuh. Serangan menyebabkan sejumlah bangunan rusak, namun beruntung tidak ada korban luka ataupun korban jiwa.
Pada saat kejadian, ada sekitar 15 hingga 20 orang di dalam masjid.
FBI segera melakukan penyelidikan atas serangan tersebut dan melacak siapa di balik serangan tersebut, namun masih belum ada titik terang. Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak memberikan komentar apapun mengenai kejadian tersebut.
Pengguna media sosial dan sejumlah pihak di Amerika Serikat yang gerah dengan kasus tersebut menyayangkan tidak adanya respon dari Presiden Donald Trump secara langsung. Padahal, aksi itu adalah tindakan teror terhadap muslim.
Mark Follman, seorang editor majalah progresif Mother Jones mengatakan bahwa Trump bungkam karena target dari serangan tersebut.
"Padahal, dalam keadaan normal, penyerangan rumah atau tempat ibadah tidak akan luput dari Presiden AS," jelasnya di akun Twitternya.
Sementara itu seorang pengguna twitter lainnya berkomentar, bahwa serangan itu tidak terlalu mencolok di media mainstream.
"Bom di masjid di Minnoseta baru-baru ini, mungkin anda tidak mendengarnya," tulis Brown Sarah.
Sementara itu aktivis Jeet Sigh juga menyalahkan media karena tidak ada yang menyebut serangan itu sebagai tindakan terorisme.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya Islamofobia.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengatakan bahwa diskriminasi terhadap Muslim meningkat pasca pemilu 2016 dan tren terus meningkat pasca Trump terpilih. Demikian seperti dikabarkan
Al Jazeera.
[mel]