Berita

Foto: Istimewa

Nusantara

HARLAH MUSLIMAT NU

Khofifah Kobarkan Semangat Merah Putih di Kalbar

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 16:29 WIB | LAPORAN:

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengobarkan semangat merah putih dan nasionalisme saat bersapa dengan warga Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam Harlah Muslimat NU ke-71 di Aula pendopo Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat.

"Saya minta ibu-ibu semua berdiri menyanyikan lagu _Ya Ahlal Wathon_(wahai anak bangsa) sambil kita bentangkan bendera merah putih bersama-sama," kata perempuan yang juga menjabat Ketua Umum Muslimat NU itu dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Senin (7/8).

Sebanyak 20 orang diminta maju ke depan, berdiri berjajar sambil membentangkan bendera merah putih. Dipimpin oleh Khofifah, seluruh undangan menyanyikan lagu Ya Ahlal Wathon.


Lagu yang diciptakan Kyai Wahab Hasbulloh pada tahun 1916 ini telah menjadi lagu wajib yang dinyanyikan dalam setiap acara-acara NU dan badan otonom NU termasuk  Muslimat NU, IPNU, IPPNU, maupun Fatayat NU.

"Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon. Hubbul Wathon minal Iman. Wala Takun minal Hirman. Inhadlu Ahlal Wathon.....," senandung sekitar 1.000 warga Muslimat NU.

Khofifah menjelaskan, lagu ini terinspirasi salah satu tokoh penting NU yang berperan dalam masa revolusi  kemerdekaan yakni Kyai Hasyim Asy'ary dan Kyai Wahab Hasbullah.

Keduanya merupakan pendiri NU. Beliau yang merumuskan konsep hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian daripada iman) dan Kyai Wahab Hasbulloh yang menciptakan lagu berjudul Ya Ahlal Wathon (Syubhanul Wathon).

"Mengapa syairnya dalam Bahasa Arab? Pada waktu itu tujuannya adalah agar tidak diketahui oleh penjajah Belanda. Mereka tidak mengerti arti liriknya. Padahal maknanya sangat dalam dan mengobarkan semangat juang yang dahsyat di kalangan para santri dan rakyat," terang ibu empat anak ini.

Khofifah mengungkapkan, menjelang peringatah Hari Kemerdekaan Indonesia, merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan kembali jiwa merah putih di benak setiap individu. Pasalnya, saat ini banyak orang yang mengaku Indonesia namun hatinya tidak mencerminkan merah putih sejati.

"Ada gerakan radikal, ada yang menebar isu berkedok agama namun bertujuan memecah-belah persatuan bangsa, ditambah lagi tantangan bangsa ini seperti  narkoba, pornografi, korupsi dan lain-lain.

"Jangan nodai merah putih dengan narkoba, jangan nodai merah putih dengan  terorisme, dan jangan nodai merah putih dengan tindakan intoleransi. Jaga jiwa kita agar tetap merah yang berarti berani dan jaga hati kita agar tetap putih yang berarti suci," tuturnya.

Setelah selesai menyanyi, khofifah meminta bendera merah putih tersebut dibawa pulang dan dikibarkan di halaman rumah masing-masing sampai puncak HUT RI  tanggal 17 Agustus nanti.

Harlah Muslimat NU kali ini diikuti 14 cabang Muslimat NU se-Kalbar. Dalam pidatonya, Khofifah menyampaikan sangat terkesan atas semangat warga Muslimat yang hadir dari berbagai daerah dengan semangat kemandirian. Ada yang perjalanan darat sekitar 18 jam, ada yang naik ferry 12 jam dan sebagainya.

"Ibu-ibu semua, teruskan berjuang untuk agama dan bangsa dengan tulus ikhlas lillahi ta'ala. Jaga persatuan dan persaudaraan. Semoga Allah meridhoi perjuangan kita," doa Khofifah di akhir pidatonya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya