Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Lonjakan Pengantin Anak Suriah Di Yordania Berpotensi Langgengkan Kemiskinan

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 15:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lonjakan jumlah pengantin anak asal Suriah terjadi di Yordania baru-baru ini.

Angka-angka dari dokumen sensus penduduk Yordania menunjukkan bahwa pada tahun 2015, pengantin wanita yang berusia antara 13 hingga 17 tahun berjumlah 44 persen dari seluruh wanita Suriah di negara tersebut.

Angka itu melonjak bila dibandingkan dengan data tahun 2010 di mana ada 33 persen wanita Suriah di rentang usia yang sama melakukan pernikahan.


Sekretaris jenderal Dewan Penduduk Tinggi Yordania Maysoon al-Zoabi mengkhawatirkan angka tersebut karena merupakan tren berbahaya bagi pengungsi dan negara tuan rumah yang terbebani.

Ia juga khawatir bahwa akan ada lebih banyak anak perempuan Suriah yang akan kehilangan pendidikan, karena kebanyakan anak pengantin putus sekolah.

Mereka biasanya menikahi sesama orang Suriah yang baru beberapa tahun lebih tua. Bahkan tak jarang dari mereka yang hidup tanpa pekerjaan tetap.

Pernikahan muda tersebut berpotensi menambah masalah karena pasangan-pasangan tersebut bisa memiliki banyak anak dan meningkatkan kesuburan di Yordania. Hal itu semakin melanggengkan kemiskinan.

"Ini berarti kita akan memiliki lebih banyak orang, lebih banyak daripada yang dimiliki pemerintah Yordania," kata Maysoon.

Angka-angka pada pernikahan dini diambil dari sensus Yordania November 2015 dan disusun dalam sebuah studi baru.

Sensusinya mencapai 9,5 juta orang yang tinggal di Yordania, termasuk 2,9 orang non-Yordania.

Di antara orang-orang non-Yordania yang disensus adalah 1.265.000 orang  Suriah.

Angka-angka pada pernikahan dini mencakup semua orang Suriah di Yordania, dan bukan hanya pengungsi terdaftar. Demikian seperti dikabarkan Ap News. [mel]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya