Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Siapa Pemegang Kendali Senjata Ampuh KPK?

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 06:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hampir seluruh kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditentukan oleh keberadaan alat sadap. Namun begitu, perlu dicatat bahwa alat sadap ini merupakan bantuan negara asing dan dikendalikan oleh orang yang tidak bisa dikontrol.

Begitu kata Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam kicauannya di akun Twitter @fahrihamzah, Minggu (6/8)

"Saya mendengar kabar ada "orang asing" yang mondar-mandir melakukan maintenance kepada alat sadap," terangnya.


Ia juga menceritakan pengalaman mantan Ketua KPK Abraham Samad sewaktu menjabat. Saat itu, Samat mengeluh bahwa dia tidak boleh masuk ke ruangan tersebut. Sekalinya dia memberanikan diri untuk masuk, ternyata ia ikut disadap oleh alat itu.

"Jadi siapakah pemegang kendali senjata ampuh milik KPK yang tidak bisa disentuh hukum tersebut? Padahal, seluruh operasi KPK sangat ditentukan oleh alat sadap. Nyaris tanpa alat sadap KPK tidak ada hasil apa-apa," tanya Fahri.

Fahri menyebut bahwa keberadaan alat itu sangat vital bagi KPK. Alat sadap seperti jantung bagi komisi anti rasuah itu dan tanpa alat sadap KPK seakan mati.

"Seluruh kasus-kasus yang ada kalau tidak ada alat sadap dan OTT hasil penyadapan takkan ada arti khusus KPK," pungkasnya. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya