Berita

Politik

Gara-gara Mogok SP JICT, Penghasilan Buruh Bongkar Muat Berkurang

MINGGU, 06 AGUSTUS 2017 | 19:56 WIB | LAPORAN:

Pelayanan kapal tetap berjalan lancar meski di tengah mogok kerja Serikat Pekerja JICT, hari ini (Minggu, 6/8).

Dampaknya justru dirasakan para pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan JICT. TKBM sangat tergantung dengan kapal yang masuk.

"Berkurangnya aktivitas bongkar muat berarti berkurang juga pemasukan kami," kata mandor pekerja TKBM, Yudi.


"Kami itu bekerja tergantung kapal yang masuk, mogok kerja SP JICT berdampak negatif terhadap penghasilan kami," tegasnya.

Yudi mengaku upah yang diterimanya jauh di bawah upah pekerja JICT yang kini sedang mogok.  

"Upah kami Rp 175 ribu sampai Rp 227. 500 per orang per shift (per 1 Maret 2017) sementara upah pekerja SP JICT sekitar 50 jutaan per bulan," sebutnya

Keluhan senada diutarakan kordinator lapangang TKBM, Warja. Seharusnya kata dia, para pekerja JICT mempertimbangkan kondisi buruh TKBM.

"Kami buruh kecil, tak ada kapal tak ada uang masuk, jangan diajak ikut berkorban lah demi pekerja yang sudah mapan, anak istri kami terganggu makannya, kalau begitu solidaritas pekerja tak ada, omong kosong," kesalnya.

Di satu sisi ia lega karena perusahaan JICT bersedia membayar upahnya dan rekan-rekan TKBM senasib untuk tujuh hari ke depan.

"Kami sangat berterima kasih atas pengertian manajemen JICT yang memperhatikan keluarga kami. Harapan kami mogok segera selesai lah biar kami dapat bekerja lagi dengan normal," tuturnya. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya