Berita

Rumah Kaca

Toleransi Otentik

MINGGU, 06 AGUSTUS 2017 | 06:38 WIB | OLEH: DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK

Kawan. BEDA ya BEDA, ya TAK SAMA
Kawan. Gerakan Pengacau Keamanan alias GPK begitu Pak Harto Menyebut Mereka

Aku tak tahu GPK itu yang mana?
Dan, memang kami seringkali tak tahu yang mana?


Kawan. Dimasa kebijakan DOM alias Daerah Operasi Militer di Aceh, tanah kelahiran ku, kami sulit membuat pembeda

Mana penjaga, mana pengacau, tak Jauh berbeda

Kawan. Hidup ditengah konflik kekerasan membuat kita tak paham Apa arti "BEDA"

Kawan. Tengok, Poso. Ambon. Ketika konflik datang mendera
Mata gelap tak paham perbedaan dengan tiba-tiba. Karena semua jadi sama

Kekerasan dan kebencian menjadi bahasa bersama

Kawan. Tak Ada Manusia baik atau Manusia jahat Ketika konflik kekerasan mendera.
Tidak ada beda. Semua sama.
Mereka yang berteriak atas nama Agama, atas nama Toleransi.

Pun, Mereka yang berteriak atas nama tugas Negara, atas nama NKRI. Ah...semua sama
Membunuh nilai Ketuhanan dan kemanusiaan yang kita bina

Kawan. Sorotan mata Mereka sama, miskin cinta, karena berbeda seolah menjadi dosa. Karena berbeda adalah nista

Semua harus sama. Berdoa bersama
Padahal kita BEDA. Supaya terlihat toleransi ya kita sama-sama saja

Kawan. Nilai yang aku dan kau yakini beda. Dan, tentu tak apa. Aku menghormati sepenuh jiwa
Kita saling melindungi dan memuliakan dalam cinta
Karena bahasa cinta sejati adalah bahasa penuh dengan warna berbeda bukan warna yang sama.  Karena Sejarah telah menunjukkan bahwa nafsu untuk menjadi sama telah melahirkan petaka

Kawan. Kita berbeda tidak sama. Toleransi adalah merayakan perbedaan dengan gembira

Konflik, permusuhan dan perang hanya kenal kebencian dan kekerasan sebagai satu-satunya bahasa

Kita BEDA ya kawan. Kita Tidak Sama.[***]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya