Berita

Partai Hanura

Politik

JELANG PEMILU 2019

Kejar Target Empat Besar, Partai Hanura Tancap Gas

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 18:13 WIB | LAPORAN:

. Untuk mencapai target empat besar pada Pemilu 2019 mendatang, Partai Hanura mulai tancap gas. Para kader digenjot untuk membentuk pengurus partai hingga ke tingkat pedesaan.

Strategi mencapainya dibahas dalam Rapimnas I Partai Hanura 2017 yang digelar di Hotel The Stones, Bali, Sabtu (5/8).

"Terbentuknya pengurus tingkat ranting dan anak ranting. Ini yang kami genjot supaya bisa diwujudkan. Karena ini adalah ujung tombak," kata Ketua Steering Commitee (SC) Rapimnas, Djafar Badjeber, di lokasi acara.


Diakui kemenangan sebuah partai dalam ajang pemilu, sesungguhnya karena kesiapan struktur dan kader sebagai ujung tombak di lapangan.

Sehingga pengurus hingga ke tingkat pedesaan haruslah ada dan dimaksimalkan. Keputusan untuk berani membentuk itu bukan tanpa kalkulasi matang.

"Semuanya harus disiapkan dengan baik demi bisa naik posisi di daftar pemenang pemilu," demikian Djafar.

Pada kesempatan itu, Djafar juga mengatakan pihaknya sadar betul bahwa semua parpol pasti berkompetisi untuk membentuk pengurus hingga ke tingkat ranting. Sebab semua parpol pada dasarnya memiliki segmentasi yang sama.

"Kuncinya tinggal bagaimana kami bisa mendekati tokoh yang strategis seperti ulama, pemuda, guru, dan olahragawan. Ya semacam itu," katanya.

"Dalam politik, Herman Kotler bilang tak perlu ada strategi bila tanpa pesaing. ‎Sementara faktanya, pesaing banyak. Maka memang dibutuhkan strategi partai demi mencapainya," tukas Djafar.

Wasekjen Partai Hanura, ‎Arief Suditomo, menambahkan bahwa pembentukan infrastruktur kepartaian daerah merupakan komitmen mereka ketika tidak ingin meremehkan proses verifikasi parpol peserta pemilu. Pihaknya pun ingin agar infrastruktur bisa berlanjut ke sampai tingkat ranting.

"Jadi pembentukan tetap kami upayakan, dan memang sangat tergantung kepada semangat dan strategi pengurus daerah partai yang terkait," tandasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya