Berita

Politik

Pertemuan PDIP Dan Hamzah Haz Rajut Hubungan Islam Dan Nasionalis

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 17:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Habil Marati menyebut kunjungan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ke kediaman mantan Ketua Umum PPP yang juga Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz merupakan upaya merajut kembali komunikasi antara kelompok islam dan nasionalis.

Dalam pertemuan itu, kata Habil, Hamzah Haz tak sekedar sebagai bagian keluarga besar PPP, melainkan juga dalam kapasitasnya sebagai mantan Wakil Presiden RI sekaligus tokoh Islam.

"Di mana ingin merajut kembali komunikasi antara tokoh Islam dan tokoh nasional diwakili PDI-P," kata Habil kepada wartawan usai pertemuan di Patra Kuningan, Jakarta (Sabtu, 5/8).


Untuk diketahui, Hamzah Haz pada 2001 terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-9 mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri.

Habil melanjutkan, pihaknya tidak ingin tokoh nasionalis dan tokoh Islam dipecah belah, karena terbukti dalam kepemimpinan Megawati-Hamzah Haz kedua kelompok itu mampu berjalan bersama melewati krisis.

"Semua jelas. Jangan sampai tokoh nasionalis dan Islam dipecahbelah. Ini yang kita hindari. Etika politik juga harus dibangun. PDIP belum sebut capres, partai lain sudah mendahului," ujarnya.

Habil mengatakan, dalam pertemuan tersebut Hamzah Haz juga sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi negara, seperti rakyat yang miskin akhlak, miskin materiil, dan persoalan bangsa yang lain.

Sementara itu Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut kunjungan dirinya sebagai upaya merawat silaturahmi sekaligus nostalgia masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri-Hamzah Haz.

"Hari ini ditugaskan oleh Bu Megawati untuk berkunjung ke bapak Hamzah Haz membangun tali silaturahim," kata Hasto. Turut mendampingi Hasto yakni Sekjen Bamusi Nasyirul Farah Amru.

Hasto berkata, dalam pertemuan tadi Hamzah Haz sempat menceritakan masa-masa ia menjabat sebagai Wakil Presiden. Salah satunya adalah kisah kebiasaan Hamzah Haz memegang tangan Mega. Sikap itu, sebagai tanda bahwa ada yang harus didiskusikan terlebih dahulu sebelum keduanya mengambil keputusan. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya