Amerika Serikat mempresentasikan draft resolusi untuk semakin memperketat sanksi terhadap Korea Utara pekan ini di hadapan Dewan Keamanan PBB.
Termasuk dalam draft tersebut adalah rencana untuk mencabut pendapatan ekspor Korea Utara sebesar 1 miliar dolar AS.
Dikabarkan Al Jazeera, Dewan Keamanan PBB akan memberikan suara akhir pekan ini soal langkah-langkah yang mencakup pelarangan ekspor batubara, bijih besi dan besi, timbal dan bijih timbal, serta makanan laut oleh Korea Utara.
Draft tersebut sebelumnya telah dinegosiasikan oleh Amerika Serikat dengan China, mitra dagang utama Korea Utara.
Amerika Serikat sendiri menilai bahwa langkah tersebut perlu diambil mengingat langkah agresif Korea Utara yang melakukan uji coba senjata. Baru-baru ini yang dilakukan adalah peluncuran rudal balistik antarbenua pertama pada 4 Juli dan 28 Juli kemarin.
AS khawatir bahwa Korea Utara bisa mengembangkan rudal yang bisa mencapai daratan AS.
Jika diimplementasikan oleh semua negara, larangan tersebut diperkirakan dapat mencabut kira-kira sepertiga dari pendapatan ekspornya, atau sekitar 1 miliar dolar AS dari total pendapat ekspor 3 miliar dolar AS per tahun.
Draft teks tersebut juga akan mencegah Korea Utara meningkatkan jumlah pekerja yang dikirim ke luar negeri, melarang semua usaha patungan baru dan melarang investasi baru di perusahaan gabungan saat ini.
Selain itu, draft juga mengusulkan untuk menambahkan Bank Perdagangan Luar Negeri Korea Utara, yang mengelola valuta asing, ke daftar hitam sanksi PBB yang memberlakukan pembekuan aset.
Draft juga mengatur upaya untuk memperketat pembatasan perdagangan teknologi untuk mencegah Korea Utara memperoleh barang-barang yang dapat digunakan untuk program militernya.
[mel]