Berita

Global

Draft Resolusi Baru Siap Pangkas Pendapatan Ekspor Korut

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 13:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mempresentasikan draft resolusi untuk semakin memperketat sanksi terhadap Korea Utara pekan ini di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Termasuk dalam draft tersebut adalah rencana untuk mencabut pendapatan ekspor Korea Utara sebesar 1 miliar dolar AS.

Dikabarkan Al Jazeera, Dewan Keamanan PBB akan memberikan suara akhir pekan ini soal langkah-langkah yang mencakup pelarangan ekspor batubara, bijih besi dan besi, timbal dan bijih timbal, serta makanan laut oleh Korea Utara.


Draft tersebut sebelumnya telah dinegosiasikan oleh Amerika Serikat dengan China, mitra dagang utama Korea Utara.

Amerika Serikat sendiri menilai bahwa langkah tersebut perlu diambil mengingat langkah agresif Korea Utara yang melakukan uji coba senjata. Baru-baru ini yang dilakukan adalah peluncuran rudal balistik antarbenua pertama pada 4 Juli dan 28 Juli kemarin.

AS khawatir bahwa Korea Utara bisa mengembangkan rudal yang bisa mencapai daratan AS.

Jika diimplementasikan oleh semua negara, larangan tersebut diperkirakan dapat mencabut kira-kira sepertiga dari pendapatan ekspornya, atau sekitar 1 miliar dolar AS dari total pendapat ekspor 3 miliar dolar AS per tahun.

Draft teks tersebut juga akan mencegah Korea Utara meningkatkan jumlah pekerja yang dikirim ke luar negeri, melarang semua usaha patungan baru dan melarang investasi baru di perusahaan gabungan saat ini.

Selain itu, draft juga mengusulkan untuk menambahkan Bank Perdagangan Luar Negeri Korea Utara, yang mengelola valuta asing, ke daftar hitam sanksi PBB yang memberlakukan pembekuan aset.

Draft juga mengatur upaya untuk memperketat pembatasan perdagangan teknologi untuk mencegah Korea Utara memperoleh barang-barang yang dapat digunakan untuk program militernya. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya