Berita

Libya/Net

Global

Rusia Siap Lanjutkan Kontrak Era Gaddafi Di libya

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 12:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia berencana melanjutkan kontrak dengan Libya yang disekapati di masa kepemimpinan Muammar Gaddafi.

Kontrak yang dimaksud mencakup proyek infrastruktur yang telah dibekukan sejak pembunuhan Gaddafi serta gelombang pelarian sipil.

"Kami berencana untuk mengundurkan diri dari kontrak yang ditandatangani selama kepemimpinan Muammar Gaddafi, termasuk kesepakatan sebelumnya di sektor transportasi, pembangunan perkeretaapian, energi, elektrifikasi dan sejumlah lainnya," kata Lev Dengov, kepala tim kontak Rusia di Libya seperti dimuat Russia Today akhir pekan ini.


Setelah enam tahun konflik, Libya saat ini terbelah menjadi dua pemerintahan yang bersaing. Bagian barat negara itu dikendalikan oleh Pemerintah Fayez al-Sarraj yang berbasis di Tripoli.

Sedangkan pemerintah daerah timur berada di bawah kendali Jenderal Khalifa Haftar, yang berada di Tobruk.

PBB mendukung pemerintahan di Tripoli. Sedangkan pemerintahan di Tobruk didukung oleh Tentara Nasional Libya dan sejumlah negara termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab.

Dengov menambahkan bahwa mengatakan Libya tertarik untuk membeli senjata dari Rusia. Namun ia memastikan bahwa Rusia akan mematuhi embargo Dewan Keamanan PBB dan tidak berniat untuk mempersenjatai salah satu dari pemerintah Libya.

"Kami tidak mengambil sisi siapa pun dalam konflik ini dan tidak ingin mempersenjatai seseorang dengan kerugian orang lain. Kami ingin semua orang berada di posisi yang kurang lebih sama," katanya. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya