Berita

ICBM/RMOL

Global

Rudal Balistik Antar Benua Korut Semakin Memojokkan AS

SABTU, 05 AGUSTUS 2017 | 11:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara menilai bahwa Amerika Serikat terpojok dengan serangkaian uji coba yang dilakukan beberapa waktu terakhir.

Rangkaian uji coba yang merupakan bagian dari program nuklir Korea Utara itu dilakukan sejak tahun lalu di mana ada uji coba bom-H, uji coba penembakkan ke tanah dari roket balistik strategis jarak menengah Hwasong 10 dan peluncuran rudal bawah laut dari kapal selam strategis pada Januari, Juni dan Agustus 2016 lalu.

Selain itu juga ada uji tembak dari darat ke darat rudal balistik strategis jarak menengah Pukguksong 2, uji coba darat ke darat roket Hwasong 12 dan ICBM atau roket balistik antar benua serta Hwasong 14, masing-masing pada bulan Februari, Mei dan Juli 2017.


"Dari sudut pandang obyektif hasil dari pertarungan nuklir Korut-AS nampak pasti," begitu keterangan dari pemerintah Korea Utara seperti yang diterima redaksi.

Korea Utara sendiri mentempatkan pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat pada posisi defensif. Trump dinilai tidak menarik pelajaran dari pemerintahan sebelumnya dan tetap menjalanken kebijakan bermusuhan kepada Korea Utara.

"Korea Utara tidak goyah atau tersentak saat menghadapi kesulitan," kata penyataan tersebut.

"Kini setelah negara itu telah memiliki ICBM, pemerintah Trump sulit untuk menemukan alternatif untuk membenarkan kebijakan perangnya," sambungnya.

Bagi pemerintah Korea Utara, tidak ada negara lain selain Korea Utara yang secara terbuka menyatakan akan menantang kekuatan superpower nuklir.

Hal itu menyiratkan bahwa Korea Utara telah membuat persiapan penuh dalam hal teknik militer.

"Sebuah koran Hong Kong menggambarkan penembakan ICBM ini sebagai tindakan penting Korea Utara untuk menunjukkan kemampuannya menyerang daratan AS dan peringatan serius terhadap AS," tandas pernyataan yang sama. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya