Berita

Novel Baswedan/Net

Pertahanan

Polisi Masih Tunggu Keterangan Resmi Novel Baswedan Untuk Di-BAP

JUMAT, 04 AGUSTUS 2017 | 22:04 WIB | LAPORAN:

Polisi menilai penting keterangan Novel Baswedan selaku korban dalam insiden yang menimpanya.

Namun, hingga saat ini, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penanganan kasus penyidik senior KPK itu masih bersih, alias nihil keterangan.

Untuk itu, polisi meminta Novel agar dapat segera memberikan keterangan ihwal kasus penyiraman air keras yang menimpanya.


"Kita ingin menggali lebih jauh. Masalah motif apakah itu dendam pribadi atau pekerjaan, yang lebih mengetahui kan korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jumat (4/8).

Selain itu, Argo mengatakan, penyidik perlu mengetahui kronologi kejadian dari korban korban. Sehingga dapat segera mengungkap pelaku yang masih misteri tersebut.

Melalui keterangan Novel, lanjutnya, penyidik dapat mengetahui apakah peristiwa itu masih berkaitan dengan pekerjaan Novel Baswedan sebagai penyidik di KPK. Apalagi, seorang penyidik tentu banyak menangani perkara yang dianggap merugikan orang lain.

"Artinya bahwa korban saat menangani kasus di KPK atau satu potensi atau menciderai korban," terang Argo.

Sebelumnya, Argo mengatakan, penyidik sudah pernah bertolak ke Singapura untuk memeriksa Novel Baswedan. Hanya saja, saat itu yang bersangkutan tidak bersedia memberi keterangan. Akhirnya polisi menyusun materi penyidikan dalam sebuah kertas agar segera dijawab oleh Novel tanpa harus bertatap muka.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya